Literasi Didorong Jadi Pilar Pembangunan Kota Kupang
- 23 Apr 2026 21:05 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Pemerintah Kota Kupang menegaskan komitmennya menjadikan literasi sebagai pilar strategis dalam pembangunan sumber daya manusia. Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menyatakan bahwa penguatan budaya membaca merupakan investasi jangka panjang untuk membangun kota yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Pengukuhan Bunda Literasi Kota Kupang dan kampanye Gerakan Gemar Membaca melalui lomba bercerita anak PAUD, yang berlangsung di Aula Rumah Jabatan Wali Kota, Rabu, 22 April 2026.
"Ketahanan sebuah kota tidak hanya diukur dari infrastruktur, tetapi dari kualitas manusianya. Literasi menjadi fondasi utama untuk menciptakan generasi yang kritis, kreatif, dan berkarakter,” ujar Wali Kota dalam sambutannya.
Dalam kegiatan itu, dr. Widya Cahya resmi dikukuhkan sebagai Bunda Literasi Kota Kupang. Pemerintah berharap kehadiran figur tersebut mampu memperkuat koordinasi dan menggerakkan program literasi hingga ke level keluarga.
Wali Kota menekankan bahwa keluarga memegang peran kunci dalam membangun kebiasaan membaca sejak usia dini. Ia mendorong orang tua untuk menciptakan lingkungan rumah yang ramah literasi, termasuk menyediakan akses buku yang mudah dijangkau anak.
Mengutip pesan dari Malala Yousafzai, ia menegaskan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah sederhana dalam pendidikan.
“Satu anak, satu guru, satu buku, dan satu pena bisa mengubah dunia. Ini relevan dengan upaya kita hari ini,” katanya.
Selain pengukuhan, kegiatan juga dirangkaikan dengan lomba bercerita yang diikuti 42 anak PAUD. Agenda ini dinilai sebagai metode efektif dalam mengasah kemampuan komunikasi, imajinasi, serta keberanian anak sejak dini.
Ketua Pokja II TP PKK Kota Kupang, Petty Mardina P. Pratami Ly, dalam laporannya menyebutkan bahwa program literasi yang dijalankan tidak hanya menyasar anak, tetapi juga orang tua melalui kelas parenting. Materi yang diangkat meliputi pengasuhan positif dan pencegahan kekerasan terhadap anak.
Pendekatan ini dirancang terintegrasi, agar keluarga benar-benar menjadi pusat pendidikan pertama dan utama,” ujarnya. Pemerintah Kota Kupang menilai, penguatan literasi membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, TP PKK, satuan pendidikan, hingga masyarakat.
Gerakan ini diharapkan tidak berhenti pada seremoni, melainkan berkembang menjadi kebiasaan kolektif yang berkelanjutan. Di akhir kegiatan, Wali Kota mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan momentum tersebut sebagai titik awal penguatan ekosistem literasi di Kota Kupang.
“Ini bukan agenda seremonial, tetapi gerakan bersama. Masa depan kota ini sangat ditentukan oleh sejauh mana kita membangun budaya literasi hari ini,” ujarnya. (As)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....