Gubernur NTT Tekankan Hilirisasi Produk untuk Tingkatkan Pendapatan
- 31 Mar 2026 04:54 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID,Kupang - Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan pentingnya perubahan pola produksi masyarakat desa dalam kunjungan kerja di Desa Teun, Kabupaten Belu, Minggu, 29 Maret 2026, ia mendorong masyarakat tidak lagi menjual bahan mentah, tetapi mengolahnya menjadi produk bernilai tambah.
Menurutnya, rendahnya pendapatan masyarakat selama ini bukan karena keterbatasan sumber daya, melainkan pola ekonomi yang belum berkembang. “Selama ini kita tanam, panen, lalu langsung jual nilai tambahnya kecil,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa proses produksi harus dilanjutkan hingga tahap pengolahan dan pengemasan agar harga jual meningkat. Produk sederhana seperti jagung, kata dia, bisa memiliki nilai lebih tinggi jika diolah menjadi makanan siap konsumsi.
“Sekarang harus diubah: tanam, panen, olah dulu, kemas dengan baik, baru dijual supaya harganya naik,” ujarnya.
Melki mencontohkan berbagai komoditas lokal seperti umbi-umbian, kacang-kacangan, minuman tradisional, hingga tenun ikat yang memiliki potensi besar jika dikelola secara profesional. Ia menilai kualitas kemasan dan standar produk sangat menentukan daya saing di pasar.
“Produk yang sama, kalau dikemas bagus dan memenuhi standar, harganya bisa berkali lipat,” tuturnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga perputaran ekonomi di dalam daerah. Ketergantungan pada produk luar, menurutnya, menyebabkan kebocoran ekonomi yang besar setiap tahun.
“Kalau kita terus beli dari luar, uang kita keluar terus,” ucapnya.
Ia juga menyinggung besarnya defisit perdagangan daerah yang mencapai puluhan triliun rupiah setiap tahun. Kondisi ini dinilai harus segera diatasi dengan memperkuat produksi lokal. “Ini yang harus kita ubah bersama,” katanya.
Program “SMK Membangun Desa” menjadi salah satu solusi yang disiapkan pemerintah untuk mendukung hilirisasi produk desa. Program ini mengintegrasikan pendidikan vokasi dengan kebutuhan ekonomi masyarakat.
Di akhir arahannya, Gubernur menegaskan bahwa perubahan ekonomi hanya bisa terjadi jika masyarakat mau beradaptasi. “Kalau cara lama tidak membuat kita sejahtera, berarti harus kita ubah,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....