Wabup Sumba Barat Luncurkan Modul Ajar Berbasis Budaya

  • 25 Mar 2026 15:38 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID,Sumba -Pemerintah Kabupaten Sumba Barat resmi meluncurkan modul ajar kontekstual berbasis budaya Sumba dalam sebuah kegiatan diseminasi yang digelar pada Kamis, 12 Maret 2026. Program ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui pendekatan pembelajaran yang dekat dengan kehidupan sehari-hari serta budaya lokal masyarakat.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Sumba Barat Thimotius T. Ragga, Kepala DPKO Samuel Kali Kulla, perwakilan William & Lily Foundation, serta para pengawas pendidikan. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan komitmen bersama dalam mendorong kemajuan pendidikan di daerah.

Dalam laporan panitia, disampaikan bahwa integrasi budaya lokal dan penggunaan bahasa ibu dalam proses pembelajaran sangat penting untuk mempermudah pemahaman siswa terhadap materi. Sebanyak 60 guru telah mengikuti pelatihan pengembangan metode literasi dan numerasi, yang kemudian menghasilkan 40 modul pembelajaran berbasis budaya lokal.

Perwakilan guru melalui Kepala Sekolah Wee Karou menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan lembaga mitra atas pelibatan guru dalam proses penyusunan modul. Ia menilai modul tersebut sangat relevan dengan kehidupan siswa sehingga mampu membuat pembelajaran di kelas menjadi lebih interaktif dan mudah dipahami.

Sementara itu, Arto Sudaryanto dari William & Lily Foundation yang memberikan sambutan secara daring menegaskan bahwa pendekatan pembelajaran kontekstual memiliki peran penting dalam memperkuat kemampuan literasi dan numerasi peserta didik.

Peluncuran modul dilakukan secara resmi oleh Wakil Bupati melalui pengetukan palu. Pemerintah daerah berharap modul berbasis budaya ini dapat meningkatkan mutu pendidikan sekaligus membentuk karakter generasi muda di Sumba Barat melalui kolaborasi antara pemerintah, mitra, dan tenaga pendidik. (Jl)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....