Pawai Ogoh-Ogoh Jadi Simbol Refleksi dan Pengendalian Diri

  • 19 Mar 2026 13:52 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID,Kupang - Pawai Ogoh-Ogoh di Kota Kupang tidak hanya menjadi tontonan budaya. Kegiatan ini juga mengandung makna spiritual yang mendalam bagi umat Hindu.

Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo menegaskan bahwa ogoh-ogoh adalah simbol sifat negatif manusia. Ia mengajak masyarakat memaknainya sebagai bentuk refleksi diri.

“Ogo-ogoh adalah lambang amarah, keserakahan, ego, dan kebencian,” katanya tegas. Ia menambahkan bahwa momen ini adalah kesempatan untuk membersihkan diri.

Menurutnya, kemenangan sejati adalah keberanian untuk berubah menjadi lebih baik. Kesadaran diri disebut sebagai langkah awal menuju kehidupan yang bermakna.

Selain itu, ia juga menyoroti makna keheningan dalam Hari Raya Nyepi. Keheningan dinilai penting sebagai ruang refleksi dalam kehidupan.

“Kalau hidup kita tidak pernah berhenti, kita bisa ‘hang’ seperti handphone,” ujarnya. Analogi tersebut disambut antusias oleh para peserta.

Wakil Ketua II PHDI Kota Kupang, I Gusti Ngurah Suarnawa, menjelaskan makna rangkaian Nyepi. Ia menyebut Tawur Kesanga sebagai upaya menjaga keseimbangan alam dan manusia.

Ketua panitia I Wayan Gede Astawa menambahkan bahwa berbagai kegiatan telah dilaksanakan. Mulai dari donor darah hingga pawai ogoh-ogoh menjadi bagian dari rangkaian tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....