Bupati Kupang Hadiri Pembukaan Sidang Klasis Amabi Oefeto

  • 20 Feb 2026 10:41 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang – Bupati Kupang, Yosef Lede, menghadiri pembukaan Sidang Majelis Klasis Amabi Oefeto Timur ke-7 yang dirangkaikan dengan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Jemaat Bethania Kuanfeu, di Gedung Kebaktian Jemaat Bethania Kuanfeu, Desa Oeniko, Kecamatan Amabi Oefeto Timur, Minggu,15 Februari 2026. Sidang klasis yang berlangsung selama tiga hari, 15-18 Februari 2026, menjadi forum strategis bagi gereja dalam merumuskan program pelayanan tahun 2026.

Dalam sambutannya, Bupati Yosef Lede menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas terselenggaranya sidang klasis serta perayaan ulang tahun gereja. Menurutnya, setiap persidangan gerejawi memiliki makna penting karena menjadi ruang evaluasi sekaligus perencanaan program pelayanan ke depan.

“Kita bersyukur dapat bersama-sama dalam pembukaan sidang ini. Persidangan menjadi momentum untuk membahas program dan arah pelayanan yang semakin baik,” ucap Yosef Lede saat di temui RRI.CO.ID, Minggu,15 Februari 2026.

Bupati menjelaskan, kehadirannya dalam berbagai sidang klasis di wilayah Kabupaten Kupang merupakan bagian dari komitmen membangun sinergi antara pemerintah daerah dan Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT). Ia menyebut telah ada nota kesepahaman antara Pemerintah Kabupaten Kupang dan GMIT guna mengkolaborasikan program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menekankan pentingnya ketahanan pangan sebagai program prioritas daerah. Ia menilai, ketahanan pangan menjadi langkah strategis menghadapi tantangan global yang tidak menentu.

“Kita harus siap dengan ketahanan pangan. Kalau pangan tersedia, masyarakat bisa bertahan dalam situasi apa pun. Karena itu, pemerintah terus mendorong program ini hingga ke tingkat desa,” ucap Yosef Lede.

Menurutnya, kolaborasi antara gereja dan pemerintah sangat dibutuhkan agar program pembangunan, termasuk ketahanan pangan, dapat berjalan efektif dan menyentuh masyarakat secara langsung. Sementara itu, Bendahara Sinode GMIT, Yefta Sanam, dalam suara gembalanya mengingatkan pentingnya tanggung jawab pelayanan yang dipercayakan Tuhan kepada setiap pelayan gereja.

Ia menekankan agar waktu persidangan dimanfaatkan secara maksimal untuk mengevaluasi program sebelumnya serta menyusun rencana kerja yang realistis dan dapat direalisasikan sepanjang tahun 2026. Melalui momentum sidang klasis dan perayaan HUT ke-25 Jemaat Bethania Kuanfeu ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara gereja dan pemerintah dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Kupang. (Andry/Ady)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....