HUT ke-81 TNI, Wamen Ossy Tekankan Kekuatan Bersama Rakyat
- 06 Okt 2026 15:42 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Delapan puluh satu tahun perjalanan Tentara Nasional Indonesia (TNI) menjadi momentum untuk meneguhkan kembali komitmen menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pesan tersebut mengemuka dalam Upacara Peringatan HUT ke-81 TNI yang digelar di Lapangan Prima, Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin, 5 Oktober 2026.
Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, turut hadir dalam upacara yang dipimpin langsung Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Mengusung tema “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, peringatan tahun ini menjadi refleksi atas panjangnya pengabdian TNI sekaligus tantangan pertahanan bangsa di masa mendatang.
“81 tahun TNI ini merupakan perjalanan panjang sebuah pengabdian dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan bangsa. Atas nama Kementerian ATR/BPN, saya menyampaikan apresiasi dan penghormatan kepada seluruh prajurit TNI yang terus menjalankan tugas dengan penuh dedikasi untuk bangsa dan negara,” ujar Wamen Ossy.
Menurutnya, kekuatan TNI ke depan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan alutsista, tetapi juga oleh profesionalisme prajurit, modernisasi organisasi, serta kesiapan menghadapi berbagai bentuk ancaman yang terus berkembang. Namun, di tengah tuntutan modernisasi tersebut, Ossy menilai ada satu hal yang tidak boleh berubah, yakni jati diri TNI sebagai tentara rakyat.
Ia menegaskan, TNI sejak kelahirannya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari rakyat. Karena itu, penguatan pertahanan nasional harus berjalan beriringan dengan semakin eratnya hubungan antara TNI dan masyarakat.
Sejalan dengan amanat Presiden Prabowo dalam upacara tersebut, jati diri TNI harus tetap berpijak pada tiga karakter utama, yakni sebagai tentara rakyat, tentara nasional, dan tentara pejuang. “Sebagaimana pesan Bapak Presiden Prabowo, ‘tentara yang kuat adalah tentara yang dekat dengan rakyat.’ Di usia ke-81, kita berharap TNI semakin profesional, modern dan kuat, tetapi tetap menyatu dengan rakyat. Kemanunggalan TNI dan rakyat adalah salah satu kekuatan utama pertahanan bangsa,” tutur Wamen Ossy.
Peringatan HUT ke-81 TNI tahun ini juga ditandai dengan sejumlah agenda penting. Presiden Prabowo meresmikan 204 satuan baru TNI yang mencakup satuan di lingkungan TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara.
Peresmian tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat organisasi dan kesiapan pertahanan Indonesia dalam menghadapi dinamika lingkungan strategis yang semakin kompleks. Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo juga menganugerahkan Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera kepada tujuh tokoh TNI sebagai bentuk penghargaan atas jasa, dedikasi, dan pengabdian mereka kepada bangsa dan negara.
Rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI tersebut turut dihadiri Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Panglima TNI Agus Subiyanto beserta jajaran Kepala Staf Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara, serta jajaran Menteri Kabinet Merah Putih. Bagi Ossy, peringatan HUT ke-81 TNI bukan sekadar seremoni tahunan.
Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa kekuatan pertahanan Indonesia pada akhirnya bertumpu pada sinergi antara negara, TNI, dan rakyat. Dengan semangat pengabdian yang telah terbangun selama 81 tahun, TNI diharapkan semakin tangguh menghadapi tantangan zaman, sekaligus tetap hadir sebagai kekuatan pertahanan yang dekat, dipercaya, dan tumbuh bersama rakyat. (rls/DW)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....