Sentuh Tanahku Raih IN-Apps Digital Award 2026, Masyarakat Mudah Akses Informasi
- 16 Sep 2026 07:30 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Urusan pertanahan kini semakin mudah dipantau hanya melalui telepon genggam. Aplikasi Sentuh Tanahku milik Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) berhasil meraih IN-Apps Digital Award 2026 kategori Aplikasi Pelayanan Publik.
Penghargaan tersebut diberikan pada Senin, 14 September 2026, di Nusantara Hall ICE BSD, Kota Tangerang. Penghargaan dari Kementerian Ekonomi Kreatif/Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif itu menjadi pengakuan atas upaya digitalisasi layanan pertanahan yang dinilai semakin memudahkan masyarakat memperoleh informasi secara cepat dan transparan.
Kepala Pusat Data Informasi (Pusdatin) Pertanahan dan Tata Ruang, Farid Hidayat, mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran ATR/BPN, mulai dari tingkat pusat hingga Kantor Wilayah (Kanwil) dan Kantor Pertanahan (Kantah) di seluruh Indonesia. “Berdasarkan penilaian juri, Sentuh Tanahku dipilih karena memberikan kemudahan kepada masyarakat dan hadirnya itu memberikan dampak kebaikan buat masyarakat,” ujar Farid usai menerima penghargaan.
Sentuh Tanahku bukan aplikasi baru. Platform digital tersebut telah hadir sejak 2017 dan terus dikembangkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat dalam memperoleh informasi pertanahan tanpa harus selalu datang langsung ke kantor pertanahan.
Hingga saat ini, Sentuh Tanahku telah digunakan oleh sekitar 2,8 juta pengguna. Dari jumlah tersebut, sekitar 955 ribu pengguna telah melakukan verifikasi akun, yang ditandai dengan centang hijau.
Salah satu fitur yang paling banyak dimanfaatkan adalah Cari Berkas. Fitur ini memungkinkan masyarakat mengetahui perkembangan proses berkas pertanahan yang sedang mereka urus.
Tak hanya sekadar menunjukkan status, informasi yang ditampilkan bahkan dapat membantu pengguna mengetahui di mana posisi berkas, di meja siapa berkas tersebut berada, hingga nama petugas yang menangani. Menurutnya, keterbukaan informasi tersebut menjadi bagian dari upaya ATR/BPN membangun pelayanan publik yang lebih transparan dan akuntabel.
“Masyarakat bisa mengecek perkembangan berkasnya di seluruh Kantah di seluruh Indonesia. Aplikasi ini juga bisa menjelaskan sekarang posisi berkas di mana, di meja siapa, bahkan nama petugas yang menangani juga tayang di sana, ini upaya kita memberikan informasi yang transparan dan akuntabel,” kata Farid.
Untuk meraih IN-Apps Digital Award 2026, Sentuh Tanahku harus melewati penilaian dari berbagai aspek. Sedikitnya terdapat enam perspektif yang menjadi pertimbangan, yakni performa bisnis, inovasi dan fitur, pengalaman pengguna (user experience), dampak sosial, keamanan dan kepatuhan (compliance), serta tingkat komplain pengguna.
Proses penilaian dilakukan oleh tim juri yang berasal dari unsur kementerian/lembaga, akademisi teknologi informasi, asosiasi industri, hingga sektor swasta. Keterlibatan berbagai unsur tersebut membuat penilaian terhadap aplikasi tidak hanya melihat kecanggihan teknologi, tetapi juga sejauh mana aplikasi benar-benar memberikan manfaat dan pengalaman pelayanan yang baik bagi masyarakat.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, kepada Kepala Pusdatin Pertanahan dan Tata Ruang, Farid Hidayat. Bagi ATR/BPN, penghargaan tersebut bukan menjadi akhir dari pengembangan Sentuh Tanahku.
Justru, semakin banyak masyarakat menggunakan aplikasi tersebut diharapkan semakin besar pula partisipasi publik dalam mengawasi kualitas layanan pertanahan. Farid berharap masyarakat dapat memanfaatkan berbagai informasi yang tersedia melalui Sentuh Tanahku secara optimal.
“Semakin banyak yang men-_download_ aplikasi ini akan semakin baik juga buat kami karena akan semakin banyak juga yang melakukan kontrol terhadap kualitas layanan ATR/BPN,” katanya.
Dengan semakin luasnya pemanfaatan teknologi digital, Sentuh Tanahku diharapkan tidak hanya menjadi aplikasi untuk mencari informasi pertanahan, tetapi juga menjadi jembatan antara masyarakat dan layanan ATR/BPN yang lebih terbuka, mudah dipantau, dan akuntabel. (DW)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....