Kemendikdasmen Siapkan Lulusan SMK Hadapi Robotika
- 19 Jul 2026 18:23 WIB
- Kupang
Poin Utama
- Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat kesiapan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) agar mampu bersaing di dunia kerja yang semakin terdigitalisasi. Salah satu fokus utama pemerintah adalah membuka peluang karier baru di bidang robotika yang kini berkembang pesat di berbagai sektor industri.
Direktur SMK Kemendikdasmen, Arie Wibowo, menegaskan robotika bukan lagi sekadar teknologi masa depan, melainkan telah menjadi bagian penting dalam operasional industri modern. Kondisi tersebut mendorong lahirnya berbagai profesi baru yang membutuhkan tenaga kerja dengan kompetensi teknis dan digital.

Menurut Arie, penggunaan robotika kini telah meluas di sektor manufaktur, logistik, otomotif, makanan dan minuman, elektronik hingga pergudangan. Akibatnya, kebutuhan tenaga kerja bergeser dari pekerjaan manual menuju profesi yang mampu mengoperasikan, memelihara, hingga mengembangkan sistem otomatis.
Ia menjelaskan, lulusan SMK sebenarnya telah memiliki fondasi kompetensi melalui berbagai program keahlian, seperti Teknik Mekatronika, Teknik Elektronika Industri, Teknik Otomasi Industri, Teknik Pemesinan, Teknik Instalasi Tenaga Listrik, Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), serta Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ). Namun, perkembangan industri saat ini menuntut kemampuan lintas disiplin atau multi-skill agar lebih adaptif terhadap teknologi.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Direktorat SMK terus menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan industri melalui peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan, serta pembenahan sarana dan prasarana. Kemendikdasmen juga memperluas kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri melalui pembelajaran bersama praktisi hingga program magang bagi siswa dan lulusan SMK di bidang robotika.
Meski demikian, Arie mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, di antaranya belum meratanya laboratorium dan peralatan robotika berstandar industri di SMK serta masih terbatasnya guru yang memiliki pengalaman praktik di bidang robotika.
Kendati demikian, Kemendikdasmen optimistis tantangan tersebut dapat diatasi melalui kolaborasi yang berkelanjutan antara pemerintah, sekolah, dan industri. Arie menegaskan, robot tidak akan menggantikan seluruh pekerjaan manusia, melainkan menciptakan peluang kerja baru dengan nilai tambah lebih tinggi, seperti integrasi sistem, pemrograman, pemeliharaan robot, analisis data, hingga pengembangan solusi berbasis otomasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....