Kemendikdasmen Buka 135 Konten Digital Kesetaraan

  • 04 Jun 2026 12:38 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendorong keterlibatan masyarakat secara luas dalam pengembangan konten pembelajaran digital interaktif bagi pendidikan kesetaraan. Melalui Direktorat Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Informal (PNFI), pemerintah membuka kesempatan bagi tutor, pamong belajar, akademisi, komunitas, hingga masyarakat umum untuk berkontribusi menciptakan materi pembelajaran yang relevan, kontekstual, dan berdampak langsung bagi warga belajar.

Direktur PNFI, I Gusti Made Ardana, menegaskan bahwa digitalisasi pendidikan kesetaraan tidak cukup hanya memindahkan bahan ajar ke platform digital. Menurutnya, warga belajar Program Paket A, Paket B, dan Paket C membutuhkan materi yang dekat dengan realitas kehidupan sehari-hari serta mampu mendukung peningkatan keterampilan, kemandirian ekonomi, dan pemberdayaan sosial.

“Warga belajar pendidikan kesetaraan memiliki kebutuhan yang khas. Karena itu, konten yang dikembangkan harus aplikatif, relevan, dan mampu memberikan manfaat nyata dalam kehidupan mereka,” ujar Ardana dalam Sosialisasi Partisipasi Semesta dalam Penyusunan Konten Interaktif Muatan Pemberdayaan dan Keterampilan untuk Pendidikan Kesetaraan, Rabu, 3 Juni 2026.

Kemendikdasmen menilai kebutuhan konten pembelajaran yang beragam dan berkualitas tidak dapat dipenuhi pemerintah sendiri. Oleh sebab itu, kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat menjadi strategi penting untuk memperkaya sumber belajar digital yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan warga belajar di berbagai daerah.

Selain memperkenalkan skema partisipasi publik, Direktorat PNFI juga menyosialisasikan panduan penyusunan konten interaktif yang akan menjadi standar pengembangan materi. Panduan tersebut dirancang untuk menjamin kualitas substansi, aspek teknis, keamanan penggunaan, serta integrasi konten ke dalam ekosistem Rumah Pendidikan.

Upaya ini sejalan dengan pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 tentang Percepatan Digitalisasi Pembelajaran. Pemerintah saat ini juga terus memperkuat platform Rumah Pendidikan, khususnya fitur Ruang Murid, guna memperluas akses pembelajaran digital yang inklusif dan merata di seluruh Indonesia.

Ke depan, berbagai konten hasil kolaborasi tersebut akan memperkaya sumber belajar digital nasional dan dapat dimanfaatkan melalui beragam media pembelajaran, termasuk Interactive Flat Panel (IFP) yang telah didistribusikan ke satuan pendidikan.

Direktorat PNFI menargetkan terpilihnya 135 konten terbaik yang terdiri atas 35 konten Paket A, 40 konten Paket B, dan 60 konten Paket C. Pendaftaran karya dibuka mulai 5 hingga 26 Juni 2026, sementara hasil seleksi akan diumumkan pada 8 Juli 2026.

Melalui gerakan partisipasi semesta ini, Kemendikdasmen berharap transformasi digital pendidikan nonformal tidak hanya menghadirkan teknologi, tetapi juga membuka peluang lebih besar bagi warga belajar untuk berkembang, berdaya saing, dan meningkatkan kualitas hidupnya. (As)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....