Mensos Tekankan Data Akurat Demi Bansos Tepat Sasaran
- 01 Jun 2026 10:35 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf, menegaskan pentingnya data yang akurat sebagai fondasi utama dalam penyaluran bantuan sosial yang tepat sasaran. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) Tahun 2026 di Aula Eltari, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu, 31 Mei 2026.
Menurut Saifullah Yusuf, perbaikan data sosial menjadi salah satu agenda prioritas pemerintah untuk memastikan seluruh program perlindungan sosial benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Selama ini, masih ditemukan berbagai persoalan dalam penyaluran bantuan akibat ketidakakuratan data penerima manfaat.
"Presiden meminta kita semua untuk jujur mengakui kondisi data yang ada, kemudian bersama-sama memperbaikinya. Dengan data yang akurat, bantuan sosial akan tepat sasaran dan kesejahteraan masyarakat dapat meningkat secara terukur," ujar Saifullah Yusuf.
Mensos menjelaskan, pemerintah saat ini tengah memperkuat implementasi Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 tentang Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Melalui sistem tersebut, data sosial ekonomi masyarakat dihimpun dan diperbarui secara terintegrasi sehingga menjadi acuan bersama dalam pelaksanaan berbagai program pemerintah.
Ia mengakui bahwa pada masa lalu masih terdapat bantuan sosial yang belum sepenuhnya diterima oleh kelompok masyarakat yang paling berhak. Karena itu, reformasi data menjadi langkah penting agar setiap kebijakan sosial memiliki dasar yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Kita hadirkan data yang akurat. Dengan data yang akurat, sasaran bantuan menjadi tepat. Dan bagi keluarga yang paling membutuhkan," kata Mensos.
Dalam kesempatan tersebut, Mensos menyebutkan terdapat tiga agenda utama yang saat ini dijalankan pemerintah secara terpadu, yakni menghadirkan data yang akurat, memastikan bantuan tepat sasaran, serta memperluas akses pendidikan melalui Program Sekolah Rakyat. Pemerintah, kata dia, terus mendorong kolaborasi antara Badan Pusat Statistik (BPS), pemerintah daerah, kementerian dan lembaga, hingga masyarakat dalam proses pemutakhiran data. Langkah tersebut diharapkan mampu meminimalkan kesalahan data sekaligus mempercepat pengentasan kemiskinan.
Sementara itu, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyatakan dukungannya terhadap upaya pemerintah pusat dalam memperkuat Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional. Menurutnya, data yang valid menjadi instrumen penting untuk memastikan setiap program sosial dapat diterima oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
"Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional menjadi instrumen penting untuk memastikan bantuan dan program sosial benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan. Pemerintah Provinsi NTT bersama seluruh kabupaten dan kota terus melakukan pembaruan data agar semakin akurat dan tepat sasaran," kata Melki.
Melalui reformasi data sosial yang terus dilakukan, pemerintah berharap efektivitas penyaluran bantuan sosial dapat meningkat sehingga mampu memberikan dampak nyata terhadap penurunan angka kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di seluruh Indonesia. (DW)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....