Sejarah Kesejahteraan Sosial dan Perkembangannya

  • 02 Apr 2025 19:47 WIB
  •  Kupang

KBRN, Rote: Ilmu kesejahteraan sosial berkembang sejak abad ke-17 dengan lahirnya Elizabethan Poor Law pada 1601. Kebijakan ini dirancang oleh pemerintah Inggris sebagai respons terhadap lonjakan kemiskinan akibat perubahan sosial dan ekonomi.

Elizabethan Poor Law membagi kelompok miskin menjadi tiga kategori utama. Pertama, miskin yang masih kuat bekerja dan tidak berhak mendapat bantuan. Kedua, miskin yang tidak mampu bekerja dan menjadi tanggung jawab negara. Ketiga, anak-anak yatim piatu yang bergantung pada orang lain.

Awalnya, layanan sosial diberikan oleh kelompok keagamaan dengan semangat kemanusiaan. Para relawan menggerakkan bantuan bagi masyarakat kurang mampu. Aktivitas ini menjadi awal perkembangan pekerjaan sosial sebagai bagian dari kesejahteraan sosial.

Pekerjaan sosial semakin berkembang melalui organisasi seperti Charity Organization Society (COS). COS mengoordinasikan bantuan dari gereja dan menyadari perlunya pemahaman perilaku manusia. Pada 1897, Mary Richmond mendirikan Training School for Applied Philanthropy di New York.

Sebagai disiplin ilmu, pekerjaan sosial berfokus pada interaksi manusia dengan lingkungannya. Payne (2014) menyatakan bahwa awalnya pekerjaan sosial berfokus pada individu, lalu berkembang ke keluarga dan komunitas.

Ilmu kesejahteraan sosial memulai intervensinya dari konteks masyarakat luas. Ilmu ini juga dipengaruhi oleh sosiologi, pembangunan ekonomi, hukum, kesehatan, dan politik. Fitzpatrick (2005) menyebut kesejahteraan sosial sebagai ilmu multidisiplin yang berdampak luas.

Sejak tahun 1990-an, kesejahteraan sosial mengadopsi pendekatan pembangunan sosial dan berkelanjutan. Fokus utamanya adalah pengentasan kemiskinan dan perbaikan kondisi sosial dari tingkat lokal hingga nasional.

Pekerjaan sosial tetap fokus pada intervensi langsung terhadap individu, keluarga, dan kelompok kecil. Pendekatan ini membantu menyelesaikan berbagai isu, termasuk kesehatan mental dan kekerasan rumah tangga.

Evolusi kesejahteraan sosial terus berkembang dari kebijakan kelembagaan ke praktik profesional. Saat ini, program pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu strategi utama dalam mengurangi kemiskinan secara efektif.

Dengan pendekatan yang lebih luas, kesejahteraan sosial terus relevan dalam menyelesaikan masalah sosial. Upaya ini memastikan sistem yang mendukung kehidupan lebih baik bagi semua lapisan masyarakat.

(Sumber: kutipan tulisan Destiva Bellinda Sekjen Kemnsos)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....