Waspada Leptospirosis, Ancaman Serius Pasca Banjir
- 09 Mar 2025 09:22 WIB
- Kupang
KBRN, Rote: Kasus leptospirosis sering meningkat setelah banjir melanda berbagai daerah. Penyakit ini disebabkan bakteri Leptospira yang dibawa tikus.
Bakteri menyebar melalui air kotor dan tanah terkontaminasi. Manusia dapat tertular jika kulit terluka terkena air banjir.
Gejala leptospirosis meliputi demam tinggi, nyeri otot, dan mata merah. Beberapa pasien juga mengalami kulit menguning dan sakit kepala.
Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat untuk lebih waspada. Pencegahan bisa dilakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
Hindari kontak langsung dengan air banjir yang tercemar. Gunakan sarung tangan dan sepatu bot saat membersihkan rumah.
Tikus menjadi penyebar utama penyakit ini di lingkungan kotor. Pastikan makanan dan minuman tertutup rapat agar tidak terkontaminasi.
Disinfektan perlu digunakan untuk membersihkan lantai dan perabotan. Barang yang terendam banjir terlalu lama sebaiknya dibuang.
Rumah harus dijaga tetap kering dan bebas genangan air. Air menggenang dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri berbahaya.
Cuci tangan menggunakan sabun setelah melakukan aktivitas bersih-bersih. Kebersihan diri sangat penting untuk mencegah infeksi bakteri.
Jika mengalami gejala mencurigakan, segera periksa ke fasilitas kesehatan. Penanganan cepat dapat mencegah komplikasi yang lebih serius.
Pemerintah terus mengedukasi masyarakat tentang bahaya leptospirosis. Langkah pencegahan perlu dilakukan agar kasus tidak semakin meningkat. (Sumber: Kementerian Kesehatan/Radja)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....