Lindungi Petani, Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional

  • 25 Feb 2025 10:58 WIB
  •  Kupang

KBRN, Rote : Sebanyak 68 persen petani hanya menggarap lahan tidak lebih dari 0,5 hektare. Mereka rentan terhadap cuaca ekstrem, hama, dan ketidakpastian harga.

Gagal panen bagi petani kecil berarti kehilangan segalanya. Tanpa modal untuk tanam kembali, mereka terpaksa meminjam dari rentenir.

Harga panen sering jatuh di bawah biaya produksi. Ketika penghasilan menurun, petani makin sulit bertahan.

Ketidakpastian adalah musuh terbesar petani. Saat mereka kehilangan segalanya, tidak ada jaminan untuk bangkit kembali.

Asuransi pertanian menjadi solusi perlindungan. Dengan jaminan saat gagal panen, petani bisa kembali menanam.

Pemerintah melalui Jasindo menghadirkan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Skema ini memastikan petani tetap memiliki modal tanam.

Selain itu, ada Asuransi Usaha Ternak Sapi/Kerbau (AUTSK). Peternak mendapat perlindungan dari risiko kematian ternak.

Keberlanjutan usaha tani dan ternak menjadi lebih terjamin. Petani tidak lagi sendiri menghadapi ketidakpastian.

Dengan perlindungan ini, ketahanan pangan nasional lebih stabil. Swasembada pangan bukan lagi sekadar angan-angan.

Dukungan Jasindo adalah bagian dari ikhtiar BUMN. Ini selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo untuk kedaulatan pangan.

Polis asuransi bukan sekadar dokumen. Ini adalah janji kesejahteraan bagi petani dan rakyat Indonesia. (Sumber: IG Kementerian BUMN)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....