Teknologi CSA Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca

  • 09 Feb 2025 21:19 WIB
  •  Kupang

KBRN, Rote: Penerapan Climate Smart Agriculture (CSA) atau Pertanian Cerdas Iklim dapat menekan emisi gas rumah kaca. Teknologi ini juga meningkatkan ketahanan pangan dan produktivitas pertanian.

Pengolahan tanah minimal menjadi salah satu langkah utama dalam CSA. Teknik ini mengurangi pelepasan karbon dari tanah sehingga dapat menekan emisi.

Sistem irigasi tetes dan pengairan berselang diterapkan untuk efisiensi air. Teknologi ini menghemat air dan menekan emisi metana dari lahan pertanian.

Petani juga didorong menggunakan pupuk organik yang lebih ramah lingkungan. Pupuk ini mengurangi ketergantungan pada pupuk sintetis yang berkontribusi pada emisi.

Varietas unggul tahan hama dan penyakit menjadi pilihan utama dalam sistem CSA. Teknik ini mengurangi penggunaan pestisida yang dapat mencemari lingkungan.

Pengelolaan sisa tanaman juga diterapkan untuk menekan emisi. Limbah tanaman diolah menjadi kompos yang bermanfaat bagi kesuburan tanah.

Di Indonesia, berbagai contoh penerapan CSA sudah dilakukan. Beberapa di antaranya adalah sistem pertanian terintegrasi dan penggunaan varietas unggul.

Sistem pertanian terintegrasi menggabungkan tanaman, ternak, dan perikanan. Metode ini meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya pertanian.

Penggunaan pupuk organik semakin didorong dalam pertanian berkelanjutan. Teknik ini membantu menjaga kesuburan tanah tanpa merusak lingkungan.

Irigasi tetes menjadi solusi untuk penghematan air di lahan pertanian. Teknologi ini meningkatkan efisiensi pemanfaatan air secara signifikan.

Dengan penerapan CSA, pertanian berkelanjutan semakin terwujud. Teknologi ini tidak hanya mengurangi emisi, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani. (Sumber. https://pustaka.setjen.pertanian.go.id/info-literasi/info-teknologi-kenali-pertanian-cerdas-iklim-csa/Radja)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....