Padi Apung: Solusi Bertani di Lahan Rawan Banjir

  • 28 Des 2024 11:46 WIB
  •  Kupang

KBRN, Rote: Teknologi padi apung menjadi solusi bertani di lahan tergenang. Dilansir dari Kementerian Pertanian Inovasi ini memanfaatkan rakit atau styrofoam berlubang sebagai media tanam.

Metode ini mampu mengubah lahan tidak produktif menjadi produktif selama satu musim. Petani pun tidak perlu membajak lahan atau menyirami tanaman.

Padi apung juga meminimalisasi risiko kekeringan serta menghemat biaya perawatan. Teknologi ini diharapkan meningkatkan kesejahteraan petani.

Penanaman dilakukan dengan bibit berusia 21 hari setelah semai. Bibit ditanam satu atau dua per lubang tanam dengan jarak 20x20 cm.

Pemindahan bibit harus hati-hati agar akar tidak rusak. Pemupukan menggunakan NPK sesuai dosis rekomendasi setempat dilakukan secara berkala.

Penyiangan bibit dilakukan mulai 10 hari setelah tanam. Proses ini diulang 2-3 kali dengan interval 10 hari untuk hasil optimal.

Teknologi padi apung dinilai mampu mengatasi kendala bercocok tanam di lahan banjir. Harapannya, inovasi ini terus dikembangkan di berbagai daerah. (Radja)


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....