Kolaborasi Bhabin dan Masyarakat Desa Benu Mengubah Biji Pohon Duri Jadi Uang
- 15 Jul 2026 07:39 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Teriknya matahari tidak menyurutkan semangat Bhabinkamtibmas Desa Benu, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang, NTT, Aipda I Gede Suta Perdana untuk membantu masyarakat. Hampir setiap hari, ia bersama warga dari Dusun I hingga V menyusuri hutan mengumpulkan biji pohon duri, atau Kabesak, untuk dijual kepada pengepul.
Tanaman yang dulunya hanya dianggap sebagai hama atau dijadikan sebagai kayu bakar oleh masyarakat, kini justru menjadi sumber mata pencaharian. Meski kegiatan yang dilakukan tampak sederhana, namun upaya tersebut membawa perubahan yang besar bagi daerah yang dulunya disebut sebagai “Desa Miras”.
Sejak ditugaskan di Desa Benu pada 2019, pria yang akrab disapa Pak Bhabin Suta ini, mulai merancang berbagai program pemberdayaan masyarakat. Upaya pendekatan dilakukan dengan mendengarkan keluhan warga serta melihat potensi yang dimiliki desa untuk dikembangkan.
“Sebagai Bhabinkambtibmas saya hadir untuk mengayomi, melindungi, melayani, dan melindungi masyarakat. Jadi saya kunjungi dari rumah ke rumah mengajak masyarakat untuk kita sama-sama bekerja,” kata Aipda I Gede Suta Perdana saat diwawancarai RRI Kupang, Kamis, 9 Juli 2026.
Bagi Pak Bhabin Suta, menjaga keamanan tidak cukup hanya dilakukan melalui kata-kata saja tetapi masyarakat harus memiliki penghasilan. Ia tidak ingin Desa Benu hanya dikenal sebagai penghasil minuman keras dengan tingkat kriminalitas yang tinggi.
“Jadi dulu itu masyarakat banyak yang menjadi pembuat miras. Jadi angka kekerasan dalam rumah tangga, kenakalan remaja, dan perkelahian antarwarga itu sangat tinggi. Maka dari situ saya berinisiatif untuk merangkul masyarakat supaya beralih ke pekerjaan lain seperti gula aren atau kegiatan lainnya,” ucap Bhabin Suta.

Perubahan yang diharapkan awalnya tidak berjalan dengan mudah karena kekurangan modal dan kondisi lahan yang kering. Namun, keadaan tersebut tidak menyurutkan semangat Bhabin Suta untuk terus mendampingi warga hingga berhasil.
“Apa yang bisa dikerjakan masyarakat saya memberi dukungan melalui kelompok tani binaan dan sekarang sudah mandiri. Yang dari awalnya saya membelikan bibit, membantu mengolah tanah yang dulu gersang menjadi subur, sampai hasilnya bisa digunakan untuk menyekolahkan anak-anak mereka,” ucap Aipda I Gede Suta Perdana.
Melalui program pemberdayaan, masyarakat Desa Benu kini lebih produktif dan bisa melihat potensi yang ada di sekitar lingkungan mereka. Tanah gersang diolah menjadi lahan pertanian, pohon Nira tak lagi diolah menjadi sopi, dan biji Kabesak kini menjadi sumber penghasilan.
Pohon Duri Berbuah Manis
Bagi mama Yance Bureni, warga Dusun III, ajakan untuk mengumpulkan biji pohon Duri telah membawa perubahan bagi kehidupan keluarganya. Waktunya tak lagi hanya dihabiskan untuk memasak di dapur, mengurus keluarga, atau mencari kayu bakar di hutan.
Setelah memasak untuk keluarganya, setiap hari mama Yance rutin membawa karung pergi ke hutan untuk mengumpulkan biji Kabesak. Sejak melakukan aktivitas yang tak pernah dipikirkan sebelumnya telah membawa harapan baru untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya.
“Dulu kami tiap hari hanya duduk di rumah sa (saja) ambil kayu api, masak untuk keluarga. Sekarang kami sudah senang, karena penghasilan sudah ada untuk anak-anak punya keperluan sekolah. Kita juga pakai untuk beli beras dan kebutuhan lain,” ujar mama Yance dengan perasaan bahagia.
Dalam seminggu baik mama Yance maupun warga di Desa Benu bisa mendapatkan penghasilan kurang lebih Rp1000.000. Meski lelah satu demi satu biji pohon Duri dikumpulkan dalam karung yang kemudian dijual ke pengepul.
“Satu minggu baru timbang satu kali. Kadang sampai satu ton lebih jadi bisa dapat satu juta lebih. Yang penting rajin saja,” ucap mama Yance.

Melihat hasil yang menjanjikan dari mengumpulkan biji pohon duri, suami mama Yance yang sebelumnya bekerja sebagai sopir dump truk memilih untuk berhenti. Kini, ia bersama istrinya mengumpulkan biji Kabesak di hutan.
“Dulu belum ada program biji duri ini, kami sangat susah. Apalagi mata pencaharian kami di sini terbatas. Dengan adanya ini kegiatan kami sangat bahagia dan terbantu untuk kebutuhan setiap hari, Kami hanya tinggal kumpul di rumah, nanti pengepul tinggal ambil,” ujar bapak Yance Bureni.
Perubahan yang diupayakan Bhabin Suta kini mulai dirasakan dampaknya oleh semua kelompok masyarakat Desa Benu. Termasuk penyandang disabilitas yang juga ikut mengumpulkan biji Kabesak.
Sebagai penyandang disabilitas daksa, Emy Mesakh merasa terbantu dengan adanya usaha mengumpulkan biji pohon duri. Kegiatan tersebut membantunya untuk mendapatkan penghasilan di tengah minimnya lapangan pekerjaan yang tersedia.
“Kami sangat bersyukur dengan ada ini program. Pokoknya kami punya pesan, hanya terima kasih untuk pak Bhabin,” ujar Emy Mesakh.

Kolaborasi Tiga Batu Tungku
Keberhasilan program yang digagas Aipda I Gede Suta Perdana tidak terlepas dari dukungan pemerintah desa. Kepala Desa Benu, Paulus Pitay mengatakan bahwa dengan adanya upaya mengumpulkan biji pohon duri telah membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
“Ini program bawa perubahan luar biasa. Masyarakat tiap hari sonde (tidak) ada di rumah. Kadang kalau dapat kumpul banyak mereka bisa sampai malam,” ujar Kades Paulus Pitay.
Pemerintah Desa Benu berkomitmen untuk terus mendukung program tersebut melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Bahkan Paulus Pitay berharap agar Bhabin Suta dapat bersama-sama dengan masyarakat untuk mengembangkan usaha biji pohon duri.
“Kami selama ini sudah sama-sama. Desa kami juga tahun lalu juara umum untuk Kerja sama tiga batu tungku antara pemerintah desa, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa. Jadi kalau beliau pindah saya susah, karena cari seperti pak Bhabin Suta akan susah,” ucap Kepala Desa Benu, Paulus Pitay.
Yance Bureni, Emy Mesakh, dan warga desa menjadi bukti keberhasilan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, dan Polri. Mereka terus berharap adanya inovasi-inovasi baru yang akan dibuat untuk menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan ekonomi di Desa Benu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....