GM PELNI Kupang Imbau Masyarakat Waspada Calo Tiket

  • 19 Feb 2026 17:50 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - General Manager PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) Cabang Kupang, Teguh Hari Setiadi, menegaskan komitmennya untuk memberantas praktik percaloan tiket yang masih ditemukan di kawasan Pelabuhan Kupang. Ia mengimbau masyarakat agar membeli tiket melalui saluran resmi guna menghindari kerugian.

Menurut Teguh, sebagai operator transportasi laut, PELNI tidak pernah mempersulit masyarakat dalam mendapatkan tiket. Namun, keterbatasan kuota pada periode tertentu kerap dimanfaatkan oknum calo untuk menawarkan jasa pembelian tiket secara ilegal.

“Kami mengimbau masyarakat untuk membeli tiket jauh hari melalui kanal resmi, seperti loket PELNI, hotline 162, Instagram resmi PELNI, maupun channel pembayaran resmi lainnya,” ujarnya saat diwawancarai Reporter RRI, Rabu, 18 Februari 2026.

Ia menegaskan, masyarakat harus berhati-hati terhadap penawaran tiket dari pihak tidak resmi, termasuk yang beredar di media sosial. Berdasarkan laporan yang diterima, banyak calon penumpang dirugikan karena tiket yang dibeli dari calo tidak sesuai identitas, tujuan perjalanan, bahkan ada yang sudah kedaluwarsa atau pernah digunakan.

Selain itu, harga yang ditawarkan pun jauh lebih mahal dari tarif resmi. Untuk menertibkan praktik tersebut, PELNI Cabang Kupang telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak, di antaranya KSOP, kepolisian setempat, KP3, TNI Angkatan Laut, serta Pelindo selaku pengelola terminal.

Sinergi ini dilakukan guna menciptakan pelayanan penumpang yang aman, nyaman, dan tertib. Teguh juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah melaporkan sejumlah tindakan calo kepada aparat penegak hukum, termasuk insiden keributan yang sempat terjadi antara oknum calo dan staf PELNI.

“Kami akan terus bersinergi dengan pihak berwajib untuk merapikan dan menindak tegas calo yang merugikan masyarakat maupun perusahaan,” katanya.

Untuk wilayah Nusa Tenggara Timur, PELNI Cabang Kupang saat ini mengoperasikan lima armada, yakni, KM Tidar, KM Bukit Siguntang, KM Awu, KM Wilis dan KM Lawit. Pada momen tertentu, termasuk Angkutan Lebaran 2026, PELNI juga akan menyiapkan penambahan armada guna mengantisipasi lonjakan penumpang.

Terkait operasional pelayaran di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu, PELNI memastikan selalu berkoordinasi dengan BMKG serta memperbarui informasi cuaca di setiap kapal sebelum keberangkatan guna menjamin keselamatan pelayaran. Ke depan, PELNI berharap media, termasuk RRI, dapat membantu menyosialisasikan informasi terkait produk, aturan, dan tata cara pembelian tiket resmi agar masyarakat semakin teredukasi.

Di akhir pernyataannya, Teguh kembali mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur tawaran tiket tanpa antre dari pihak yang tidak jelas. (DW)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....