Polres Mabar Penyidikan Kecelakaan Laut KM Putri Sakinah

  • 02 Jan 2026 10:28 WIB
  •  Kupang

KBRN, Kupang: Kepolisian Resor Manggarai Barat melalui Unit Idik II Satreskrim bersama Unit Gakkum Satpolairud resmi memulai proses penyidikan terkait kecelakaan laut (laka laut) yang menimpa kapal wisata KM Putri Sakinah di Perairan Selat Padar, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Penyidikan dimulai pada, Rabu (31/12/2025), sebagai tindak lanjut atas peristiwa kecelakaan kapal wisata yang terjadi pada, Jumat (26/12/2025), di kawasan perairan Taman Nasional Komodo.

Daerah tersebut merupakan salah satu destinasi wisata unggulan nasional dan internasional. Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa, langkah penyidikan ini merupakan bentuk keseriusan Polri dalam menegakkan hukum serta memberikan kepastian hukum atas peristiwa tersebut.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan awal penyidik, kapal wisata semi phinisi KM Putri Sakinah mengalami mati mesin saat berlayar dari Pulau Kalong menuju Pulau Padar. Dalam kondisi tidak dapat bermanuver, kapal kemudian dihantam gelombang tinggi hingga akhirnya terbalik dan tenggelam di Perairan Selat Padar,” ujar Kabid Humas, Jumat (2/1/2026) di Mapolda NTT.

Kabidhumas Polda NTT menjelaskan bahwa pada, Rabu 31 Desember 2025, Polres Manggarai Barat telah menyerahkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kepada Kejaksaan Negeri Manggarai Barat.

“Penyerahan SPDP ini menandai dimulainya tahapan penyidikan secara resmi. Penyidik akan memeriksa saksi-saksi, awak kapal, pihak operator, serta melakukan pendalaman terkait kelayakan kapal dan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan pelayaran,” katanya.

Peristiwa tenggelamnya KM Putri Sakinah menambah daftar kecelakaan kapal wisata di perairan Labuan Bajo dan kawasan Taman Nasional Komodo. Sepanjang tahun 2024 hingga akhir 2025, tercatat sedikitnya 15 insiden kecelakaan kapal wisata di wilayah tersebut. Sebagian besar kecelakaan terjadi di sekitar perairan Pulau Padar, Komodo, dan Rinca, baik akibat cuaca buruk maupun gangguan teknis kapal.

Beberapa insiden yang pernah terjadi di antaranya tenggelamnya kapal wisata Raja Bintang 02 pada Maret 2025, Phinisi Budi Utama pada Juni 2024, kecelakaan di rute Labuan Bajo–Pulau Padar pada Agustus 2024, serta kapal pinisi Dewi Anjani pada Desember 2025. (VFZ)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....