Bupati Rote Ndao Ajak Lawan Mafia BBM
- 14 Sep 2026 09:23 WIB
- Kupang
Poin Utama
- Bupati Rote Ndao Paulus Henuk mengajak semua pihak untuk melawan mafia bahan bakar minyak yang beroperasi di wilayah Rote Ndao.
- Praktik mafia BBM merugikan masyarakat karena menyebabkan harga bahan bakar meningkat secara signifikan di kawasan tersebut.
- Pemerintah daerah Rote Ndao memberikan dukungan penuh terhadap upaya pemberantasan permainan BBM yang illegal dan merugikan konsumen.
RRI.CO.ID, Rote - Bupati Rote Ndao Paulus Henuk mengajak semua pihak melawan mafia BBM di daerahnya. Paulus menyebut praktik mafia BBM merugikan masyarakat karena menyebabkan harga bahan bakar melambung tinggi.
Ia menegaskan pemerintah daerah mendukung upaya pemberantasan permainan BBM yang merugikan masyarakat. “Kita lawan mafia BBM di Rote Ndao,” kata Paulus kepada awak media, Minggu, 13 September 2026.
Menurutnya, masyarakat selama ini menjadikan pemerintah daerah sasaran kemarahan akibat persoalan kelangkaan dan harga BBM. Paulus mengaku telah berkoordinasi dengan DPRD untuk menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum atau RDPU.
RDPU tersebut akan menghadirkan seluruh pihak terkait tata niaga BBM di Kabupaten Rote Ndao. Ia mengatakan forum tersebut harus membuka secara terang pihak-pihak yang diduga bermain dalam tata niaga BBM.
Langkah itu penting agar persoalan BBM tidak terus menjadi beban masyarakat dan pemerintah daerah. Paulus juga meminta tidak ada masyarakat mencari keuntungan dengan memanfaatkan situasi permainan BBM.
Ia menegaskan tidak boleh ada oknum aparat penegak hukum yang membekingi atau melindungi mafia BBM. “Jangan ada oknum APH yang membackup atau membekingi mafia BBM,” tegas Paulus.
Ia menilai praktik tersebut sangat merugikan masyarakat, terutama ketika harga minyak tanah dan BBM lainnya meningkat. Paulus meminta media ikut mengawasi dan memberitakan persoalan BBM secara masif.
Menurutnya, pemberitaan diperlukan agar pemerintah pusat memberikan perhatian serius terhadap persoalan BBM di Rote Ndao. Ia meminta Kementerian ESDM, Pertamina, dan Pertamina Patra Niaga mengevaluasi pengelola distribusi BBM.
Evaluasi mencakup pemilik SPBU, distributor, transporter, pengecer, serta pihak lain dalam rantai distribusi. Paulus juga mengingatkan masyarakat tidak membeli BBM subsidi untuk dijual kembali dengan harga tinggi.
Ia menegaskan BBM subsidi harus dimanfaatkan sesuai peruntukan, termasuk bagi petani, nelayan, dan pelaku UMKM. “Kita ajak semua pihak lawan para mafia BBM yang membuat masyarakat susah,” ujar Paulus.
Ia berharap pengawasan bersama dapat menciptakan tata niaga BBM yang transparan, adil, dan berpihak kepada masyarakat. (Tim)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....