KPK Bawa Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi ke NTT, Sasar Sekolah hingga Masyarakat
- 09 Jul 2026 13:57 WIB
- Kupang
Poin Utama
- Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Kampanye Antikorupsi KPK, Medio Venda Sukarta, menjelaskan kehadiran KPK di tengah masyarakat bertujuan untuk mengubah cara pandang publik agar berani menolak perilaku koruptif sekecil apa pun.
- pelaksanaan JNBA tahun ini lebih difokuskan di wilayah timur Indonesia dengan menyasar empat kabupaten di NTT dari bulan Juli hingga Agustus 2026
- rangkaian kegiatan diawali melalui program KPK Mengajar di Kabupaten Kupang sebelum tim melanjutkan agenda ke daerah-daerah sasaran.
- Target utama dari program JNBA 2026 ini adalah mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam mengawasi jalannya pemerintahan demi mengikis sikap permisif terhadap korupsi skala kecil (petty corruption).
- Tujuan utama JNBA bukan hanya memberikan edukasi antikorupsi, tetapi juga menghadirkan pelayanan publik yang bersih, transparan, dan bebas dari praktik pungutan liar maupun suap.
RRI.CO.ID, Kupang - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersiap menggelar program "Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi" (JNBA) 2026 di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai bagian dari strategi pencegahan dan pendidikan korupsi secara masif. Program tahunan yang telah berjalan sejak 2018 ini sengaja diarahkan ke wilayah Indonesia Timur guna menyoroti isu-isu krusial daerah, seperti tata guna lahan hutan dan penguatan kualitas pendidikan.
Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Kampanye Antikorupsi KPK, Medio Venda Sukarta, menjelaskan kehadiran KPK di tengah masyarakat bertujuan untuk mengubah cara pandang publik agar berani menolak perilaku koruptif sekecil apa pun. "Kita ingin menyuarakan pesan-pesan atau nilai-nilai antikorupsi itu sendiri kepada masyarakat luar melalui gerakan yang praktis dalam kehidupan sehari-hari," ujar Medio saat diwawancarai oleh RRI Kupang pada Senin, 8 Juli 2026.
Menurut Medio, pelaksanaan JNBA tahun ini lebih difokuskan di wilayah timur Indonesia dengan menyasar empat kabupaten di NTT, yakni Timor Tengah Selatan (TTS), Timor Tengah Utara (TTU), Sumba Timur, dan Sumba Barat Daya dari bulan Juli hingga Agustus 2026. Selain itu, rangkaian kegiatan diawali melalui program KPK Mengajar di Kabupaten Kupang sebelum tim melanjutkan agenda ke daerah-daerah sasaran.
Medio menuturkan KPK membawa misi besar melalui delapan segmentasi kegiatan, termasuk menghadirkan pameran pelayanan publik yang bersih serta program inovatif bertajuk "KPK Mengajar". Program edukasi langsung ini membidik anak-anak sekolah mulai dari tingkat PAUD hingga SMA, serta melibatkan ASN, komunitas perempuan, keagamaan, dan pegiat seni budaya lokal.
Target utama dari program JNBA 2026 ini adalah mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam mengawasi jalannya pemerintahan demi mengikis sikap permisif terhadap korupsi skala kecil (petty corruption). Melalui konsep kampanye digital dan interaksi langsung di alun-alun warga, KPK berharap nilai-nilai integritas dapat membumi dan dipahami dengan mudah oleh lintas generasi.
Tujuan utama JNBA bukan hanya memberikan edukasi antikorupsi, tetapi juga menghadirkan pelayanan publik yang bersih, transparan, dan bebas dari praktik pungutan liar maupun suap. "Kami ingin masyarakat benar-benar dapat mengakses layanan publik yang bersih, transparan, dan melayani, sekaligus memahami pentingnya integritas dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.
Beragam kegiatan telah disiapkan dalam pelaksanaan JNBA, mulai dari edukasi antikorupsi, KPK Mengajar, pameran layanan publik, KPK Menyapa, alun-alun warga, hingga kampanye digital yang melibatkan masyarakat. Program tersebut juga menghadirkan berbagai layanan publik, seperti administrasi kependudukan, perizinan usaha, layanan kesehatan, pertanahan, hingga perpustakaan keliling dalam satu lokasi kegiatan.
Sasaran utama program ini mencakup peserta didik mulai dari jenjang PAUD, TK, SD, SMP, SMA hingga mahasiswa. Selain itu, edukasi juga menyasar guru, dosen, tenaga kesehatan, aparatur sipil negara (ASN), pejabat publik, komunitas seni dan budaya, komunitas keagamaan, komunitas perempuan, serta berbagai kelompok masyarakat lainnya agar nilai-nilai antikorupsi dapat tumbuh di seluruh lapisan masyarakat.
Medio menegaskan, terdapat empat pesan utama yang dibawa KPK melalui JNBA, yakni membangun budaya hidup berintegritas, menghadirkan pelayanan publik yang bersih dan transparan, mendorong masyarakat berani menolak praktik korupsi skala kecil, serta meningkatkan partisipasi publik dalam mengawasi jalannya pemerintahan. "Kami ingin mengubah budaya yang selama ini memaklumi perilaku koruptif menjadi budaya hidup berintegritas dan mengajak masyarakat ikut mengawasi pemerintahan," katanya.
Melalui pelaksanaan JNBA di NTT, KPK berharap budaya antikorupsi tidak berhenti setelah kegiatan selesai, tetapi dapat terus dilanjutkan oleh pemerintah daerah dan masyarakat secara mandiri. Medio berharap semakin banyak warga yang memahami nilai-nilai integritas, berani menolak segala bentuk korupsi, serta menjadikan slogan "Biasakan yang benar, jangan benarkan yang biasa" sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Di akhir dialog, Medio menyampaikan harapan besarnya agar masyarakat NTT menyambut baik program ini untuk bersama-sama merayakan tegaknya integritas demi masa depan daerah yang lebih bersih. Ia pun menutup dengan pesan kuat, "Bagaimanapun juga kita harus mulai untuk membiasakan yang benar dan jangan membenarkan yang biasa." (AK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....