Penyiar Radio Jadi Garda Terdepan Pembentuk Persepsi Pendengar
- 10 Sep 2026 11:38 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Penyiar radio dinilai memiliki tanggung jawab besar membentuk persepsi pendengar melalui informasi yang disampaikan kepada publik. Hal tersebut disampaikan Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Nusa Cendana, Monika Wutun, dalam Wawancara Kupang Pagi Ini di Pro 1 RRI Kupang, Kamis, 10 September 2026.
Monika menyebut penyiar merupakan garda terdepan radio karena berhadapan langsung dengan pendengar melalui mikrofon dalam berbagai program siaran. Menurutnya, etika menjadi dasar penting bagi penyiar agar mampu menentukan ucapan yang layak disampaikan kepada pendengar di udara. “Penyiar itu adalah garda terdepan dari radio, karena yang menjangkau telinga pendengar itu adalah para penyiar radio,” katanya.
Monika juga mengingatkan penyiar perlu mengontrol candaan ketika mikrofon terbuka karena tetap membawa citra institusi radio di udara. “Candaan-candaan kita sebagai penyiar harus kita kontrol, kita atur, karena itu panggung depannya kita,” ujar Monika. Selain pilihan kata, gaya bicara dan intonasi penyiar juga dinilai mempengaruhi cara masyarakat memahami informasi langsung yang didengar.
Monika menjelaskan bahasa tulisan harus diubah menjadi bahasa lisan karena radio menyampaikan pesan melalui telinga pendengar secara langsung. “Ketika kita bicara lewat telinga, mereka dengar lewat telinga, kalau terlewatkan informasi dia tidak bisa kembali,” katanya.
Karena itu, penyiar dituntut menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai karakter media massa penyiaran nasional Indonesia. “Garda terdepan untuk cinta terhadap bahasa Indonesia adalah para penyiar yang setiap hari berbicara di depan radio,” katanya.
Monika menilai pengaruh penyiar semakin penting ketika siaran menyentuh persoalan publik yang dapat membentuk pandangan masyarakat terhadap peristiwa. Menurutnya, kesalahan penyampaian informasi dapat berdampak negatif apabila pendengar menerima informasi yang tidak tepat dan tidak berimbang langsung.
Dengan demikian, penyiar bukan sekadar pembaca informasi, tetapi memiliki tanggung jawab menjaga kepercayaan pendengar melalui siaran berkualitas. Profesionalisme, etika, serta kemampuan mengolah pesan menjadi unsur penting dalam menjaga pengaruh positif radio terhadap masyarakat. (DB)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....