Groovenity Harumkan Nama NTT di Ajang World of Dance Indonesia 2026
- 07 Mei 2026 11:14 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan anak muda Nusa Tenggara Timur melalui grup dance Groovenity yang sukses meraih juara 2 dalam ajang bergengsi World of Dance Indonesia 2026 di Kota Ambon pada Sabtu, 18 April 2026 lalu. Tim yang baru dibentuk khusus untuk kompetisi tersebut berhasil mencuri perhatian publik lewat penampilan enerjik dan penuh kekompakan di panggung nasional.
Dalam wawancara bersama RRI Pro 2 Kupang pada Rabu, 5 Mei 2026, manager, pelatih, ketua hingga wakil ketua menceritakan perjalanan tim dan ini hingga menjadi juara. Groovenity sendiri lahir dari komunitas dance Top Groove Kupang yang telah berjalan hampir dua tahun.
Pelatih Groovenity, Fandi atau yang akrab disapa Coach Afa mengatakan nama Groovenity diambil dari kata “groove” dan “unity” yang melambangkan dasar dance dan persatuan tim. “Kalau diambil dari filosofinya, groove itu basic dance dan unity itu kesatuan. Jadi katong mau semua tetap satu,” ujarnya.
Keikutsertaan mereka di ajang World of Dance Indonesia 2026 berawal dari mimpi besar seluruh anggota untuk tampil di panggung internasional. Meski baru pertama kali mengikuti kompetisi tersebut, Groovenity memberanikan diri membawa 15 dancer bersama coach, manajer, dan official untuk tampil mewakili Kupang dan NTT.
"Target kami sebenarnya hanya tampil all out dan menumpahkan semuanya di panggung; juara itu hanyalah bonus dari usaha keras kami," ujar Nugi, Kapten Groovenity, saat berbagi kisah kemenangannya. Ia dan lainnya mengisahkan perjalanan menuju Ambon menjadi cerita penuh perjuangan bagi tim ini.
Crew berangkat menggunakan kapal laut dari Kupang dan sempat singgah di Saumlaki sebelum melanjutkan perjalanan menuju Ambon dengan keterbatasan dana dan fasilitas. “Katong pernah menginap di bangunan kosong di area pelabuhan, sonde ada lampu, tapi itu jadi cerita perjuangan yang sonde akan katong lupa,” kata Nugi sambil tertawa mengenang pengalaman tersebut.
Persiapan mereka pun terbilang singkat namun intens. Sejak November tahun lalu, tim mulai melakukan konsolidasi, penggalangan dana, latihan fisik hingga penyusunan koreografi yang dimulai pada Februari 2026.
Pelatih Afa mengaku menerapkan latihan disiplin demi membangun mental seluruh anggota yang sebagian besar baru pertama kali tampil di luar daerah. “Beta (Saya,red.) memang agak keras waktu latihan karena mau mental dong kuat. Jadi waktu sampai di panggung besar, dong sonde gampang jatuh,” ucapnya.
Saat tampil di panggung World of Dance Indonesia, rasa haru langsung dirasakan seluruh anggota tim. Wakil kapten Ucil mengaku sempat menangis ketika melihat megahnya panggung yang selama ini hanya dilihat lewat video di internet.
“Beta rasa seperti mimpi dari SMP akhirnya bisa injak di situ. Bersyukur sekali Tuhan kasih kesempatan itu,” katanya. Dari total 24 tim di kategori grup, Groovenity akhirnya berhasil keluar sebagai juara kedua dan mendapat peluang menuju panggung dunia di Amerika Serikat pada Juli mendatang.
Harapan besar kini digantungkan pada dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, untuk membantu mewujudkan keberangkatan mereka ke Negeri Paman Sam tersebut. "Prestasi ini bukan lagi soal nama daerah, tapi soal membawa nama Indonesia di kancah internasional," ujar manager tim.
Mereka optimis bahwa dukungan finansial dan doa dari masyarakat NTT akan menjadi bahan bakar utama bagi mereka untuk kembali mengharumkan nama bangsa. Kini Groovenity tengah mempersiapkan langkah berikutnya untuk tampil di World of Dance tingkat internasional yang dijadwalkan berlangsung Juli 2026.
Mereka berharap ada dukungan dari pemerintah, sponsor, maupun masyarakat agar perjuangan membawa nama Indonesia ke panggung dunia bisa terwujud. “Ini bukan lagi bawa nama Kupang atau NTT saja, tapi sudah bawa nama Indonesia. Katong cuma minta doa dan dukungan supaya bisa tampil maksimal dan bawa pulang juara,” ujar manajer tim, Dayat. (AK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....