Film Gerakkan Ekonomi Lokal, Sineas Kupang Minta Dukungan
- 01 Apr 2026 09:27 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang – Industri film di Nusa Tenggara Timur (NTT) dinilai memiliki potensi besar sebagai sektor ekonomi padat karya yang mampu menggerakkan banyak lini usaha sekaligus menyerap tenaga kerja muda. Hal ini disampaikan filmmaker asal Kupang, Vickram Sombu, yang menekankan bahwa film bukan sekadar hiburan, tetapi juga penggerak ekonomi kreatif dari hulu hingga hilir.
Menurut Vickram, satu proses produksi film mampu melibatkan banyak pihak, mulai dari aktor, kru teknis, hingga sektor pendukung seperti transportasi dan konsumsi lokal. Kondisi ini menciptakan efek domino yang signifikan terhadap perputaran ekonomi, khususnya di wilayah Kota Kupang dan sekitarnya.
“Pemerintah harus bisa melihat bahwa film di Kupang itu sangat penting karena dia menggerakkan banyak sekali tenaga-tenaga muda untuk bisa hidup secara ekonomi,” ujarnya dalam wawancara di Pro 1 RRI Kupang, Senin 30 Maret 2026.
Ia menambahkan, sinergi dalam ekosistem perfilman membuka peluang bagi berbagai latar belakang keahlian untuk terlibat aktif. Oleh karena itu, investasi pada karya visual dinilai mampu memberikan imbal balik ekonomi yang nyata bagi daerah.
Selain produksi film, penyelenggaraan festival film berskala nasional di NTT juga dinilai berperan penting dalam mendongkrak sektor pariwisata. Kegiatan ini berpotensi menarik kunjungan wisatawan sekaligus membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk unggulan mereka kepada pasar yang lebih luas.
Namun demikian, Vickram menilai dukungan pendanaan bagi sineas lokal masih perlu ditingkatkan. Ia berharap pemerintah dapat memberikan akses yang lebih luas terhadap skema produksi agar kualitas dan kuantitas film karya anak daerah terus meningkat.
Lebih jauh, keterlibatan generasi muda dalam industri film juga diyakini mampu membantu menekan angka pengangguran melalui penciptaan lapangan kerja berbasis kreativitas dan keahlian teknis. Ekosistem yang sehat, menurutnya, akan mendorong kemandirian ekonomi para filmmaker lokal dan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas.
Dengan dukungan yang tepat, industri film NTT diyakini berpotensi menjadi magnet baru bagi investor nasional. “Selain menampilkan keindahan alam, karya film juga dapat memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada khalayak yang lebih luas, bahkan hingga ke tingkat internasional,” kata Vickram menambahkan.
Momentum kebangkitan film di NTT pun diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat ekonomi kreatif daerah. Industri ini tidak hanya menghadirkan nilai ekonomi, tetapi juga membawa dampak sosial melalui penguatan identitas budaya dan pemberdayaan masyarakat lokal. (DB)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....