Sastra sebagai Jembatan Nilai Kehidupan, Bentuk Kepribadian Seseorang

  • 12 Apr 2025 05:38 WIB
  •  Kupang

KBRN, Kupang: Sastra tidak sekadar rangkaian kata yang indah, tetapi juga menyimpan kekuatan untuk membentuk nilai-nilai kehidupan dan kepribadian seseorang. Hal ini disampaikan oleh Ingnasus Pati, seorang pegiat sastra, dalam acara Suara Budaya Nusantara, Selasa (8/4/2025) di Kupang.

Menurut Ingnasus yang akrab disapa Radex, sastra mampu menjadi medium reflektif yang menyambungkan pengalaman manusia dengan nilai-nilai kemanusiaan yang universal. “Banyak karya sastra yang lahir lewatpengalaman seseorang bisa belajar memahami nilai-nilai kehidupan. Dan nilai-nilai iini yang membentuk identitas seseorang,” kata Radex.

Ia menambahkan, di Indonesia yang beragam budayanya, keberadaan sastra justru menjadi semakin penting karena lahir dari budaya-budaya yang ada. Lebih lanjut, Radex menegaskan, sastra tidak hanya menyampaikan nilai-nilai moral, tetapi juga memiliki peran penting dalam membentuk pola pikir seseorang.

“Ketika kita membaca sastra, kita diajak untuk melihat berbagai sudut pandang, memahami kompleksitas emosi manusia, serta mengolah informasi secara kritis dan reflektif. Ini membentuk cara berpikir yang lebih terbuka dan matang,” ujarnya.

Menurutnya, kebiasaan membaca sastra dapat melatih kemampuan analitis sekaligus memperhalus kepekaan sosial seseorang. Dengan makin tumbuhnya kesadaran terhadap pentingnya sastra, diharapkan generasi muda tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan etis. (DB)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....