Karya Sastra Lahir dari Hasil Pemikiran Kritis Sastrawan

  • 06 Mar 2025 16:27 WIB
  •  Kupang

KBRN, Kupang: Karya sastra selalu menjadi cerminan dari kehidupan sosial dan budaya masyarakat pada suatu masa. Sebagai produk budaya, sastra tidak hanya menyampaikan cerita, tetapi juga menyuguhkan nilai-nilai, ideologi, serta kondisi sosial yang ada di dalam masyarakat tersebut. Dalam perkembangannya, karya sastra menjadi media yang efektif untuk memahami perubahan sosial, peran individu, serta dinamika kehidupan masyarakat.

"Sastra itu sebenarnya muncul dari kegelisahan seorang pengarang terhadap kondisi-kondisi sosial, budaya yang terjadi dalam kehidupan kita", kata Emanuel Nong Yonson, penulis dan sastrawan muda NTT saat berbincang bersama Pro 4 RRI Kupang, Rabu (5/3) malam

Menurut pria yang akrab disap Nong ini, karya sastra baik berupa novel, puisi, drama, maupun cerpen, menggambarkan kompleksitas kehidupan manusia dalam berinteraksi dengan lingkungan sosial, ekonomi, dan politik. Melalui karakter-karakter dalam cerita, pembaca dapat melihat bagaimana norma-norma dan budaya memengaruhi tindakan dan pandangan hidup seseorang.

"Sastra memberi gambaran yang jujur tentang apa yang terjadi dalam masyarakat pada suatu waktu tertentu. Dengan menganalisis karya sastra, kita dapat mengetahui bagaimana hubungan antar individu, kelas sosial, serta perjuangan sosial terjadi," ujarnya.

Tidak hanya berfungsi untuk merekam kondisi sosial, karya sastra juga menjadi sarana untuk mengajak pembaca berpikir kritis. "Karya sastra itu juga ada memang dengan menghadirkan analogi-analogi atau metafora-metafora untuk mengajak pembacanya berpikir kritis dan menemukan maknanya sendiri. Ini uniknya", tambah Nong.

Lanjut Nong, karya sastra adalah cerminan yang terus berkembang dan hidup dalam masyarakat. Ia merekam berbagai peristiwa sosial dan budaya, menciptakan ruang untuk refleksi diri, dan sekaligus menjadi alat untuk perubahan.

"Dengan demikian, sastra tetap relevan sebagai medium yang menggambarkan perjalanan sosial dan budaya manusia, serta berperan penting dalam membentuk pemikiran kritis dan kesadaran kolektif masyarakat", katanya mengakhiri. (DB)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....