Taylor Swift Cetak Rekor Baru di Tangga Musik Inggris

  • 03 Okt 2026 17:58 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang — Taylor Swift kembali mencetak prestasi besar di industri musik Inggris. Penyanyi berusia 36 tahun itu berhasil menduduki posisi puncak tangga album dan single Inggris secara bersamaan, sekaligus menempatkan dua lagu lainnya di posisi lima besar.

Pencapaian tersebut diraih setelah Taylor Swift merilis The Life of a Showgirl: The Encore pekan lalu. Album tersebut merupakan edisi diperluas dari The Life of a Showgirl, album yang sebelumnya menempati posisi No. 1 pada 2025.

Edisi terbaru itu menghadirkan empat lagu tambahan, termasuk single utama Patient Zero. Lagu tersebut langsung debut di posisi No. 1 tangga single Inggris dan menjadi single kedelapan Taylor yang berhasil mencapai puncak tangga lagu di negara tersebut.

Tak berhenti di sana, dua lagu Taylor lainnya juga masuk jajaran teratas. Cleveland, yang bercerita tentang kisah jatuh cintanya kepada bintang NFL Travis Kelce, berada di posisi No. 3. Sementara itu, Babylon menempati posisi No. 4.

Dengan keberhasilan Patient Zero, Taylor Swift tercatat sebagai satu-satunya artis yang sejauh ini telah memiliki tiga single No. 1 di Inggris sepanjang 2026.

Sebelumnya, ia mencapai posisi teratas melalui Opalite pada Februari dan lagu Toy Story 5, I Knew It, I Knew You pada Juni. Prestasi tersebut semakin memperkuat dominasinya di tangga musik Inggris dalam beberapa tahun terakhir.

Kesuksesan The Life of a Showgirl dan edisi The Encore juga menambah koleksi album No. 1 Taylor Swift. Kedua edisi tersebut dihitung sebagai satu rangkaian penjualan album yang sama.

Dengan demikian, The Life of a Showgirl menjadi album No. 1 ke-14 Taylor di Inggris. Jumlah tersebut menjadi rekor terbanyak yang pernah dicapai seorang artis perempuan dalam sejarah Official Albums Chart.

Album tersebut sebelumnya juga mencatat penjualan minggu pertama yang sangat besar. Taylor dilaporkan menjual 423.000 unit, menjadikannya album internasional dengan penjualan minggu pertama terbesar di Inggris pada abad ke-21.

Taylor sebelumnya mengungkapkan rasa terkejut sekaligus bahagia melihat respons terhadap album tersebut. “Saya menyukai album ini. Saya benar-benar menyukainya. Saya sangat terkejut dengan reaksi yang diterima. Saya tidak tahu bagaimana harus mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya,” demikian yang diberitakan thesun.

Dalam unggahan Instagram pekan lalu, Taylor juga menceritakan bagaimana empat lagu tambahan dalam edisi The Encore tercipta. Sekitar setahun setelah perilisan The Life of a Showgirl, Taylor melakukan perjalanan ke Swedia untuk merayakan kesuksesan album tersebut bersama Max Martin dan Shellback, dua kolaboratornya dalam proyek tersebut.

Awalnya, perjalanan itu dimaksudkan sebagai momen untuk mengenang perjalanan album dan mensyukuri pencapaian yang telah diraih. Namun, keberadaan studio rekaman di sana membuat mereka kembali melakukan hal yang selama ini biasa dilakukan ketika mendapat inspirasi: menulis lagu.

Taylor mengatakan lagu-lagu tambahan tersebut lahir dari rasa terima kasih atas dukungan dan antusiasme penggemarnya. Taylor Swift pertama kali meraih album No. 1 di Inggris pada 2012 melalui Red. Album tersebut antara lain memuat I Knew You Were Trouble, lagu yang kerap dikaitkan dengan hubungannya dengan Harry Styles.

Lima tahun kemudian, Taylor meraih single No. 1 pertamanya di Inggris melalui Look What You Made Me Do. Lagu tersebut dirilis pada 2017 dan menjadi salah satu karya paling kontroversial dalam kariernya.

Look What You Made Me Do juga menjadi sorotan karena lirik dan videonya dianggap merujuk pada sejumlah konflik publik Taylor, termasuk perseteruannya dengan Kim Kardashian dan Kanye West. Kini, hampir satu dekade setelah single tersebut memuncaki tangga lagu Inggris, Taylor kembali memperkuat posisinya sebagai salah satu artis dengan pencapaian terbesar dalam sejarah musik Inggris. (JR)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....