Mentalitas Juara Anak Kepulauan, Mendobrak Rasa Insecure

  • 24 Sep 2026 17:55 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Rote - Anak-anak yang tumbuh di wilayah kepulauan memiliki tantangan tersendiri dalam mengembangkan potensi dan meraih prestasi. Keterbatasan akses, jarak geografis, hingga minimnya kesempatan terkadang dapat menimbulkan rasa minder atau insecure dalam diri anak.

Dr Anderias Henukh menyoroti pentingnya membangun mentalitas juara bagi anak-anak di wilayah kepulauan. Hal tersebut disampaikan dalam wawancara yang membahas tema “Mentalitas Juara Anak Kepulauan, Mendobrak Rasa Insecure.”

Menurut Anderias, kondisi geografis kepulauan tidak semestinya menjadi alasan bagi anak-anak untuk merasa minder atau menganggap dirinya memiliki keterbatasan dibandingkan dengan anak-anak di daerah lain. Sebaliknya, berbagai tantangan yang dihadapi dapat menjadi pengalaman yang membentuk karakter dan daya juang.

Pernyataan tersebut menekankan bahwa kepercayaan diri menjadi salah satu modal penting bagi anak untuk berani mencoba, berkompetisi, dan mengembangkan kemampuan yang dimiliki. Dalam konteks membangun mentalitas juara, Anderias juga menjelaskan Anak perlu diberikan kesempatan untuk mengenali potensi dirinya dan tidak terus-menerus membandingkan diri dengan orang lain, jangan pernah membandingkan halaman pertama mu dengan halaman ke 20 orang lain.

Anderias juga mengatakan dulu mereka berjalan kaki sejauh 7,5 Kilo hanya untuk ke sekolah tapi tidak mengurangi semangat belajar dan tidak mengecilkan mimpinya. Rasa insecure, menurut Anderias, dapat muncul ketika seseorang terlalu fokus pada kekurangan diri atau merasa tidak mampu mencapai apa yang telah dicapai orang lain.

Karena itu, anak perlu didorong untuk melihat proses, bukan hanya hasil akhir, bahwa berusahalah 2 kali dari pada orang lain. Anderias Mengatakan Pengalaman tersebut menjadi gambaran bahwa keberanian untuk mencoba dan menghadapi kegagalan merupakan bagian dari proses membangun mentalitas juara.

Melalui pembentukan kepercayaan diri sejak dini, anak-anak kepulauan diharapkan mampu melihat keterbatasan bukan sebagai penghalang, melainkan sebagai bagian dari perjalanan untuk berkembang. Pesan utama yang disampaikan dalam wawancara ini adalah pentingnya berani bermimpi, berani mencoba, dan terus mengembangkan potensi yang dimiliki.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....