Skinimalism dan Glass Skin 2.0, Tren Skincare Lebih Saintifik
- 22 Sep 2026 13:55 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Di dunia skincare 2026, dua tren besar saling bertemu: Skinimalism dan Glass Skin 2.0. Keduanya meninggalkan rutinitas 10 langkah yang rumit, dan beralih ke pendekatan yang lebih sederhana, ilmiah, serta berfokus pada kesehatan kulit jangka panjang.
Skinimalism menekankan prinsip “less is more”. Alih-alih menumpuk banyak produk, pengguna hanya memakai beberapa item berkualitas tinggi: pembersih lembut, pelembap yang memperbaiki skin barrier, sunscreen, dan maksimal satu bahan aktif. Tujuannya adalah melindungi lapisan pelindung kulit agar tidak rusak akibat over-exfoliation atau layering berlebihan.
Sementara itu, Glass Skin 2.0 mengalami evolusi. Jika dulu glass skin identik dengan kilau basah hasil layering berat, kini konsepnya lebih mature. Glass Skin 2.0 mengutamakan kulit yang sehat, kenyal, terhidrasi dari dalam, dan punya kilau alami karena skin barrier-nya kuat bukan sekadar efek permukaan.
Tiga pilar utama yang menjadi fokus keduanya adalah:
1. Skin Barrier
Skin barrier adalah “tembok” terluar kulit yang menjaga kelembapan dan melindungi dari polusi serta iritan. Kerusakan barrier sering menyebabkan kulit sensitif, kering, dan mudah iritasi. Produk yang mengandung ceramide, cholesterol, dan fatty acids kini menjadi andalan untuk memperbaikinya.
2. Microbiome Skincare
Mikrobioma kulit komunitas mikroorganisme baik di permukaan kulit semakin mendapat perhatian. Ketidakseimbangan mikrobioma dikaitkan dengan jerawat, rosacea, hingga sensitivitas. Tren 2026 banyak menghadirkan prebiotik, postbiotik, dan formulasi “microbiome-friendly” yang mendukung ekosistem kulit tanpa merusaknya.
3. Skin Cycling yang Lebih Scientific
Skin cycling, yang dipopulerkan beberapa tahun lalu, kini diterapkan lebih terukur. Konsepnya memutar penggunaan bahan aktif (seperti exfoliant dan retinoid) dengan malam pemulihan yang fokus pada barrier repair. Pendekatan ini mengurangi risiko iritasi sambil tetap memberikan hasil optimal.
Baik Skinimalism maupun Glass Skin 2.0 sama-sama mengajak kita kembali ke dasar: kulit yang sehat jauh lebih berharga daripada kilau instan. Di tahun 2026, skincare bukan lagi soal “semakin banyak semakin bagus”, melainkan tentang memahami biologis kulit dan merawatnya dengan cara yang lebih bijak serta berbasis sains. (TT)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....