Apa Itu Gyaru? Mengenal Subkultur Fashion Jepang yang Jadi Tema Ultah Viral

  • 22 Sep 2026 06:55 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Dunia fashion dan tren pesta belakangan ini kembali dihebohkan dengan munculnya gaya nyentrik nan ikonik yang dijadikan tema ulang tahun viral di media sosial. Tema unik tersebut mengusung konsep Gyaru, sebuah gaya penampilan serba mencolok dengan riasan wajah yang berani, gaya rambut bervolume, serta perpaduan pakaian yang kaya akan warna. Bagi masyarakat awam, istilah ini mungkin terdengar baru, namun di negara asalnya, Jepang, fenomena ini merupakan salah satu subkultur tren yang memiliki sejarah cukup panjang.

Secara etimologi, kata Gyaru merupakan transliterasi bahasa Jepang untuk kata gal dalam bahasa Inggris yang berarti anak perempuan atau wanita muda. Subkultur ini pertama kali lahir dan berkembang pesat di kawasan Shibuya serta Harajuku, Tokyo, sekitar dekade 1970-an hingga mencapai puncak kepopulerannya pada era 1990-an. Kemunculan tren ini diawali oleh dorongan para remaja perempuan Jepang yang ingin keluar dari standar kecantikan tradisional masyarakat setempat yang identik dengan gaya polos, anggun, dan berkulit putih bersih.

Sebagai bentuk ekspresi diri dan kebebasan, para pengikut gaya ini menciptakan identitas visual yang sangat bertolak belakang dengan norma sosial saat itu. Ciri khas utama dari penampilan ini adalah kulit yang digelapkan (tanned), rambut yang diwarnai terang seperti pirang atau cokelat, serta riasan mata tebal dengan bulu mata palsu yang dramatis. Tidak ketinggalan, penggunaan pakaian penuh warna, aksesori mencolok, serta seni kuku (nail art) yang panjang dan berkilau menjadi elemen wajib untuk menyempurnakan tampilan khas mereka.

Seiring berjalannya waktu, gaya busana unik ini berkembang menjadi berbagai sub-aliran dengan karakteristik visual yang bervariasi. Mulai dari gaya Kogal yang mengadaptasi seragam sekolah dengan rok pendek dan kaus kaki longgar, gaya Manba dengan riasan wajah kontras yang ekstrem, hingga gaya Hime Gyaru yang memadukan kesan glamor layaknya seorang putri kerajaan. Keanekaragaman pilihan gaya inilah yang membuat estetika busana tersebut sangat fleksibel dan menarik untuk diadaptasi ke dalam acara-acara tematik.

Kembalinya tren retro ini ke permukaan hingga menjadi pilihan populer untuk tema pesta ulang tahun tidak lepas dari pengaruh media sosial seperti TikTok dan Instagram. Generasi muda saat ini melihat estetika gaya ini sebagai wadah eksplorasi yang menyenangkan, berani, serta sangat estetis saat diabadikan dalam foto atau video. Pesta dengan tema ini kerap menghadirkan suasana yang penuh warna, ceria, dan penuh energi nostalgia yang kuat bagi para tamu undangan.

Fenomena kepopuleran kembali tren dari Negeri Sakura ini membuktikan bahwa fashion selalu berputar dan berkembang melintasi batas zaman maupun negara. Dari yang semula hadir sebagai simbol ekspresi kebebasan remaja di jalanan Tokyo, kini tren tersebut berhasil bertransformasi menjadi inspirasi gaya hidup dan perayaan kreatif yang diminati secara global. Memahami makna di balik gaya unik ini membuat perayaan ulang tahun bertema ikonik bukan sekadar ajang tampil beda, melainkan juga bentuk apresiasi terhadap keberagaman budaya pop internasional. (RN)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....