Roger Federer Ukir Sejarah Tenis, Resmi Masuk Hall Fame

  • 01 Sep 2026 10:48 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Pengukuhan Roger Federer ke dalam International Tennis Hall of Fame pada Sabtu, 29 Agustus 2026 lalu menjadi penanda pungkasan dari karier luar biasanya yang telah mentransformasi dunia tenis. Mantan petenis berusia 45 tahun yang dijuluki Swiss Maestro tersebut disambut hangat dalam acara karpet merah di Newport.

Roger Federer meneteskan air mata berkali-kali selama pidato penghargaannya. (Foto: townandcountrymag)

Saat menyampaikan pidatonya di lapangan rumput berbentuk tapal kuda, ia tidak sanggup menahan haru selama hampir 30 menit sembari mengenang perjalanannya menjadi bagian dari sejarah olahraga yang dicintainya sejak belia. Pengukuhan ini menjadi puncaknya penghormatan Roger Federer terhadap sejarah tenis yang selalu ia kagumi.

Didampingi pengenalan dari sang istri, Mirka, ia tampil mengudara di hadapan para veteran Hall of Fame dan seketika terpesona oleh besarnya skala acara tersebut. Federer membuka pidatonya dengan kekaguman, mengakui betapa luar biasanya atmosfer yang ada dan betapa sulitnya menyamai level tersebut.

Rasa tegang pun sempat menyelimutinya sebelum ia benar-benar larut dalam momen bersejarah itu. Ungkapan rasa terima kasih kepada orang-orang terdekat menjadi inti paling menyentuh dalam pidato Federer.

Dengan "air mata bahagia", ia mengenang Stefan Edberg sebagai pahlawan masa kecil yang membimbing langkah pertamanya di dunia tenis. Ketegaran hatinya kembali goyah dan suaranya tercekat ketika menyebut peran mantan pelatihnya, Severin Luthi, dan sang istri, Mirka, hingga lidahnya hening tak sanggup berucap.

Dibanding menonjolkan jajaran piala dan rekornya, perayaan malam itu justru dipenuhi rasa hormat serta terima kasih mendalam. Sebuah penghormatan dari seorang anak Swiss kepada mereka yang membimbing jalannya menuju jajaran legenda abadi.

Roger Federer mengukir sejarah sebagai petenis putra pertama yang menorehkan 20 gelar tunggal Grand Slam, sekaligus memegang rekor takhta nomor satu dunia selama 237 pekan beruntun serta menembus 10 final Grand Slam secara beruntun dengan delapan kemenangan. Deretan trofi megahnya terdiri atas delapan gelar Wimbledon, enam Australian Open, lima gelar US Open berturut-turut pada periode 2004–2008, dan satu trofi French Open 2009 yang menyempurnakan status Career Grand Slam.

Ini merupakan pencapaian langka yang hanya diraih oleh delapan petenis putra sepanjang sejarah. Sebagai anggota ke-272 International Tennis Hall of Fame, ia kini resmi menjadi bagian abadi dari sejarah yang terus ia kagumi sepanjang kariernya.

Roger Federer mengakhiri pidatonya dengan menyampaikan rasa terima kasih kepada para ballboy dan ballgirl yang telah membantunya di lapangan, sembari menyematkan pesan dorongan agar generasi penerus dapat membawa tenis ke tingkat yang lebih tinggi. Penutup tersebut menjadi inti yang sempurna bagi seorang atlet yang sepanjang acara terus menunjukkan rasa hormatnya kepada para pendahulu.

"Saya sangat bersyukur bisa berada di sini," ungkapnya. Ia menegaskan kembali betapa berharganya proses memahami dan mendalami sejarah olahraga tersebut bagi perjalanan hidupnya. (AK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....