ABBA Tetap Hidup, Musiknya Tak Lekang Waktu

  • 27 Agt 2026 08:45 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Nama ABBA tetap menjadi salah satu ikon terbesar dalam sejarah musik pop dunia. Grup asal Swedia yang beranggotakan Agnetha Fältskog, Björn Ulvaeus, Benny Andersson, dan Anni-Frid “Frida” Lyngstad ini mencapai popularitas global setelah memenangkan Eurovision Song Contest 1974 melalui lagu Waterloo. Kesuksesan tersebut menjadi awal perjalanan panjang ABBA sebagai salah satu grup musik paling berpengaruh pada era 1970-an.

ABBA kemudian melahirkan sederet lagu yang hingga kini masih dikenal lintas generasi. Dancing Queen, Mamma Mia, Take a Chance on Me, Gimme! Gimme! Gimme!, Fernando, Chiquitita, dan The Winner Takes It All menjadi bagian penting dari warisan musik mereka. Melodi yang mudah diingat, harmoni vokal yang khas, serta perpaduan pop dengan sentuhan disco membuat musik ABBA tetap terdengar segar meskipun telah melewati puluhan tahun.

Setelah periode kejayaan pada dekade 1970-an dan awal 1980-an, ABBA sempat berhenti tampil dan merekam bersama. Namun, musik mereka tidak pernah benar-benar menghilang. Album kompilasi ABBA Gold yang dirilis pada 1992 justru membawa popularitas mereka kembali ke berbagai negara dan menjadi salah satu album terlaris dalam sejarah grup tersebut.

Memasuki era digital, ABBA kembali mendapatkan perhatian besar. Keempat anggota ABBA terlibat dalam proyek ABBA Voyage, sebuah pertunjukan konser di London yang menghadirkan versi digital mereka dengan dukungan band live. Konsep tersebut memungkinkan penonton menikmati penampilan Agnetha, Björn, Benny, dan Frida secara digital, sementara musik mereka dimainkan secara langsung oleh para musisi di panggung.

Hingga 2026, ABBA Voyage masih berlangsung di ABBA Arena, Queen Elizabeth Olympic Park, London. Pertunjukan berdurasi sekitar 100 menit tersebut menampilkan sejumlah lagu terbesar ABBA, mulai dari Dancing Queen hingga Waterloo. Konser ini juga dirancang agar dapat dinikmati berbagai generasi, membuktikan bahwa daya tarik musik ABBA tidak berhenti pada pendengar yang tumbuh pada era 1970-an.

Meski demikian, penting membedakan antara ABBA sebagai grup dan proyek ABBA Voyage. Keempat anggota ABBA tidak tampil secara fisik di atas panggung dalam pertunjukan tersebut. Mereka telah merancang konser itu bersama, sementara penampilan digital mereka menjadi pusat pertunjukan yang didukung oleh band musik masa kini. Dengan teknologi tersebut, ABBA menghadirkan pengalaman konser yang menggabungkan nostalgia dengan perkembangan teknologi pertunjukan modern.

Pada 2024, keempat anggota ABBA juga menerima penghargaan Commander, First Class, of the Royal Order of Vasa dari Raja Carl XVI Gustaf dari Swedia. Penghargaan tersebut menjadi momen istimewa karena diberikan hampir 50 tahun setelah Swedia meraih kemenangan di Eurovision melalui Waterloo. Kini, ABBA memang tidak menjalani aktivitas sebagai grup dengan tur dunia seperti pada masa kejayaannya. (ADM)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....