Kolaborasi Cerdas, Cegah Seks Bebas dan Pergaulan Bebas di Kalangan Remaja
- 24 Jul 2026 17:20 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Rote - Upaya mencegah seks bebas dan pergaulan berisiko di kalangan remaja membutuhkan kolaborasi yang kuat antara keluarga, sekolah, pemerintah, tenaga kesehatan, tokoh agama, serta masyarakat. Sinergi berbagai pihak dinilai menjadi kunci dalam membangun generasi muda yang sehat, berkarakter, dan mampu menghadapi tantangan zaman tanpa terjerumus ke dalam perilaku yang membahayakan masa depan.
Dalam Dialog Rote Menyapa Pagi bersama RRI SP Rote,Kamis,23 Juli 2026 dengan Topik "Kolaborasi Cerdas, Cegah Seks Bebas dan Pergaulan Berisiko untuk Masa Depan Berkualitas", disampaikan bahwa remaja merupakan kelompok usia yang sedang berada pada fase pencarian jati diri. Pada masa ini, pengaruh lingkungan, media sosial, dan pergaulan memiliki peran besar dalam membentuk pola pikir maupun perilaku. Oleh karena itu, pendidikan karakter dan literasi kesehatan reproduksi perlu diberikan secara tepat sesuai usia, Kata Imelda D.S. Seme,S.Tr.Keb.
Imelda menekankan bahwa pencegahan tidak cukup hanya melalui larangan, tetapi harus dibarengi dengan komunikasi yang terbuka antara orang tua dan anak. Remaja perlu diberikan ruang untuk berdiskusi mengenai berbagai persoalan yang mereka hadapi, termasuk pergaulan, penggunaan media digital, hingga kesehatan reproduksi. Pendekatan yang komunikatif dinilai lebih efektif dalam membangun kepercayaan sehingga remaja tidak mencari informasi dari sumber yang keliru.
Selain keluarga, sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk lingkungan belajar yang aman dan mendukung perkembangan peserta didik. Melalui kegiatan penyuluhan, konseling, dan penguatan pendidikan karakter, sekolah dapat menjadi ruang yang mendorong siswa mengambil keputusan secara bijak serta memahami risiko dari perilaku yang dapat berdampak pada kesehatan maupun masa depan mereka, Ucap M.S Ningsih, S.Sos Kasie Pembina Ketenagaan Disdik Rote Ndao.
Kolaborasi lintas sektor juga menjadi salah satu strategi penting dalam menciptakan ekosistem perlindungan bagi generasi muda. Pemerintah bersama berbagai lembaga terus mendorong edukasi mengenai kesehatan reproduksi, penguatan ketahanan keluarga, serta pemanfaatan teknologi digital secara positif agar remaja mampu menyaring informasi yang mereka terima. Berbagai program edukasi juga dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan digital dan perlindungan anak di ruang digital.
Anak Remaja diajak untuk menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing dengan mengedepankan gaya hidup sehat, menjauhi perilaku berisiko, serta membangun pergaulan yang positif. Kesadaran sejak dini diharapkan mampu menekan berbagai dampak negatif seperti kehamilan yang tidak direncanakan, infeksi menular seksual, penyalahgunaan narkoba, hingga putus sekolah akibat pergaulan yang tidak sehat.
Melalui kolaborasi yang cerdas dan berkelanjutan, seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang remaja. Dengan bekal pendidikan, pendampingan, dan dukungan yang tepat, generasi muda Indonesia memiliki peluang lebih besar untuk meraih masa depan yang sehat, produktif, dan berkualitas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....