Orang Indonesia Makin Banyak Cari Berita di Medsos, WA dan TikTok Teratas

  • 27 Jun 2026 20:53 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Masyarakat Indonesia semakin mengandalkan media sosial (medsos) sebagai sumber utama untuk mengikuti perkembangan informasi dan berita terkini. Perubahan pola konsumsi informasi ini menunjukkan pergeseran perilaku masyarakat yang kini lebih memilih platform digital karena menawarkan akses cepat, praktis, dan mudah dijangkau melalui perangkat seluler.

Berbagai isu nasional hingga internasional kini lebih sering ditemukan melalui linimasa media sosial dibandingkan media konvensional. Indonesia bahkan tercatat sebagai salah satu negara dengan tingkat konsumsi berita melalui media sosial tertinggi di dunia.

Temuan tersebut terungkap dalam laporan tahunan Digital News Report 2026 yang dirilis oleh Reuters Institute. Laporan ini menyoroti semakin besarnya peran platform digital seperti YouTube, Instagram, TikTok, Facebook, dan X sebagai kanal utama masyarakat dalam memperoleh informasi harian.

Survei dalam laporan tersebut dilakukan pada pertengahan Januari hingga akhir Februari 2026 dengan melibatkan lebih dari 85.000 responden di 48 negara, termasuk Indonesia. Hasilnya menunjukkan bahwa mayoritas responden di Indonesia mengaku lebih sering mendapatkan berita melalui media sosial dibandingkan mengakses situs berita secara langsung atau mengandalkan media cetak maupun televisi.

Fenomena ini mencerminkan perubahan lanskap industri media yang semakin dipengaruhi perkembangan teknologi digital. Meski menawarkan kemudahan dan kecepatan akses informasi, tingginya konsumsi berita melalui media sosial juga menghadirkan tantangan tersendiri.

Penyebaran informasi yang belum terverifikasi, hoaks, hingga konten yang menyesatkan masih menjadi persoalan serius di berbagai platform digital.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih kritis dengan memeriksa sumber berita, membandingkan informasi dari media kredibel, serta tidak mudah membagikan informasi yang belum dipastikan kebenarannya. Laporan Reuters Institute juga menjadi pengingat bahwa media sosial kini memiliki pengaruh besar terhadap cara masyarakat memperoleh informasi dan membentuk opini publik.

Kondisi tersebut mendorong perusahaan media untuk terus beradaptasi dengan perubahan perilaku audiens melalui penyajian konten yang lebih relevan di platform digital, sekaligus tetap menjaga kualitas jurnalisme dan akurasi informasi di tengah derasnya arus berita di era media sosial. (RN)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....