Cara Memilih Gitar Akustik yang Tepat untuk Pemula: Dari Bahan hingga Ukuran

  • 29 Mei 2026 09:48 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Memulai perjalanan belajar bermain musik merupakan langkah yang menyenangkan, dan gitar akustik sering kali menjadi instrumen pilihan pertama bagi banyak orang. Namun, bagi seorang pemula, memasuki toko musik bisa menjadi hal yang membingungkan karena banyaknya pilihan merek, bentuk, dan harga yang tersedia. Memilih gitar pertama bukan sekadar mencari yang penampilannya keren, melainkan menemukan instrumen yang nyaman dimainkan agar proses belajar tidak terhambat. Oleh karena itu, memahami beberapa aspek dasar sebelum membeli sangat penting agar Anda tidak salah berinvestasi.

Faktor pertama dan paling krusial yang harus diperhatikan adalah ukuran dan bentuk bodi gitar. Instrumen yang terlalu besar akan membuat pemula kesulitan merangkul bodi gitar dan menjangkau senar, yang akhirnya memicu kelelahan atau posisi duduk yang salah. Untuk remaja atau orang dengan postur tubuh mungil, gitar ukuran Concert atau Auditorium sangat direkomendasikan karena lekukannya yang lebih ramping. Sementara itu, bagi orang dewasa yang menginginkan suara bas yang lebih lantang dan bertenaga, bodi ukuran Dreadnought yang merupakan standar gitar akustik global bisa menjadi pilihan yang ideal.

Selain ukuran bodi, jenis material atau kayu (tonewood) yang digunakan sangat menentukan karakter suara dan ketahanan gitar. Secara umum, gitar akustik di pasaran terbagi menjadi dua jenis konstruksi, yaitu laminated wood (kayu lapis) dan solid wood (kayu utuh). Untuk pemula yang memiliki anggaran terbatas, gitar berbahan laminated wood sangat cocok karena harganya lebih terjangkau dan relatif lebih tahan terhadap perubahan cuaca ekstrem. Namun, jika Anda memiliki bujet lebih, memilih gitar dengan bagian atas (top body) berbahan solid wood seperti kayu Spruce atau Cedar akan memberikan resonansi suara yang jauh lebih jernih dan semakin matang seiring berjalannya waktu.

Aspek teknis berikutnya yang sering kali diabaikan oleh pemula adalah ketebalan stang (neck) dan ketinggian senar (action). Pilihlah gitar dengan profil neck yang pas di genggaman tangan Anda, tidak terlalu tebal agar jemari tidak cepat lelah saat menekan kunci-kunci dasar (chord). Selain itu, pastikan jarak antara senar dan papan jari (fretboard) tidak terlalu tinggi. Jarak senar yang terlalu tinggi akan membutuhkan tekanan jari yang sangat kuat, yang sering kali menimbulkan rasa sakit berlebih di ujung jari pemula dan berujung pada rasa frustrasi hingga malas berlatih.

Terakhir, cobalah untuk selalu menguji gitar tersebut secara langsung sebelum membawanya pulang ke rumah. Petik setiap senar satu per satu dari ujung ke ujung untuk memastikan tidak ada suara dengungan (buzzing) yang mengganggu akibat pengerjaan fret yang kurang rapi. Jika membeli secara daring, pastikan Anda memilih toko resmi yang reputasinya terpercaya dan menyediakan layanan pengaturan (setup) gratis sebelum pengiriman. Dengan ketelitian dalam memilih instrumen yang tepat sejak awal, gitar pertama Anda tidak hanya akan menjadi alat musik, tetapi juga teman setia yang menyenangkan dalam proses mengasah bakat bermusik. (RN)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....