Perlombaan Seni Sastra Olimpiade Olahraga Ajang Panggung Harapan

  • 13 Mei 2026 13:43 WIB
  •  Kupang

RRI.DO.ID, Kupang – Suasana penuh semangat, haru dan kebanggaan mewarnai pembukaan Kegiatan Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), dan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Tingkat MKKS SLB se-Kota Kupang Tahun 2026.

Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kota Kupang, Hengky C. Malelak saat ini membuka kegiatan perlombaan festival lomba seni dan sastra,Olimpiade olahraga siswa dan Lomba Kompetensi siswa menegaskan bahwa ajang ini bukan sekadar perlombaan, melainkan “panggung harapan” bagi anak-anak luar biasa di Kota Kupang. “Bagi pemerintah, hari ini bukan sekadar pembukaan lomba. Hari ini adalah panggung harapan. Panggung yang menunjukkan kepada kita semua bahwa keterbatasan tidak pernah menjadi penghalang untuk berprestasi, berkarya dan memiliki mimpi yang tinggi,” Kata Hengky Malelak, Senin 11/5/2026.

Mengangkat tema “Disabilitas Berprestasi, Mandiri dan Berkarya untuk Bangsa”, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kota Kupang, Hengky C. Malelak menyampaikan bahwa setiap anak memiliki cahaya dan keistimewaannya masing-masing. Ia bahkan mengutip pesan Paus Fransiskus yang pernah menyebut penyandang disabilitas sebagai “bintang yang bersinar di langit Nusantara”. “Adik-adik penyandang disabilitas yang mengikuti kegiatan hari ini adalah bintang-bintang yang bersinar di langit NTT, khususnya Kota Kupang. Tugas kita semua adalah memastikan cahaya itu tidak padam, tetapi terus tumbuh dan bersinar,” ungkapnya.

Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kota Kupang, Hengky C. Malelak juga memberi motivasi kepada seluruh peserta agar percaya pada kemampuan diri sendiri. “Kalian bukan anak-anak yang harus dikasihani. Kalian adalah anak-anak hebat yang harus diberikan kesempatan. Kesempatan untuk tampil, belajar, menang, bahkan kesempatan untuk gagal dan bangkit kembali menjadi lebih hebat,” tegasnya. Menurut Hengky, melalui O2SN para siswa belajar sportivitas dan semangat pantang menyerah, melalui FLS3N mereka belajar mengekspresikan bakat dan perasaan, sedangkan melalui LKS mereka belajar keterampilan sebagai jalan menuju kemandirian masa depan.(humas/anna).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....