Produksi Film Negara Bangun Bioskop Negara Sinewara

  • 15 Feb 2026 15:18 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Jaringan bioskop milik negara pertama di Indonesia bernama Sinewara tengah direncanakan pembangunannya oleh Produksi Film Negara. Bioskop ini diproyeksikan menjadi ruang pemutaran khusus film nasional dengan konsep yang lebih fleksibel dibandingkan jaringan bioskop komersial.

Lokasi pembangunan Sinewara direncanakan berada di kantor PFN kawasan Jakarta. Kehadiran bioskop ini diharapkan memperluas akses masyarakat terhadap karya perfilman dalam negeri.

Informasi rencana pembangunan Sinewara disampaikan oleh Direktur PFN, Riefian Fajarsyah, dalam rapat kerja bersama Komisi VII. Dalam forum tersebut, PFN memaparkan visi penguatan ekosistem film nasional melalui kepemilikan sarana pemutaran sendiri.

Direktur PFN Ivan Seventeen menjelaskan bahwa Sinewara dirancang sebagai ruang distribusi yang memberi kesempatan lebih luas bagi film-film Indonesia. Konsep penayangan tidak terpaku pada jadwal ketat seperti bioskop umum, sehingga memberi ruang bagi film independen dan karya daerah. PFN menilai selama ini banyak film nasional berkualitas kesulitan mendapatkan layar tayang optimal. Melalui Sinewara, produsen film diharapkan memiliki alternatif distribusi yang lebih adil dan berkelanjutan.

Selain sebagai sarana pemutaran, Sinewara juga dirancang menjadi pusat kegiatan perfilman. Bioskop ini direncanakan menggelar diskusi, pemutaran khusus komunitas, hingga program edukasi bagi generasi muda. PFN juga berharap model ini dapat direplikasi di daerah lain. Pemerintah daerah nantinya bisa terlibat sebagai pemegang saham atau mitra pengelola bioskop milik negara tersebut.

Rencana pembangunan Sinewara mendapat perhatian serius dari parlemen, khususnya melalui dukungan kebijakan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Sinergi antara PFN dan DPR diharapkan mampu mempercepat realisasi proyek ini.

Jika terealisasi, Sinewara berpotensi menjadi tonggak baru dalam sistem distribusi film nasional. Kehadirannya dinilai mampu memperkuat industri perfilman Indonesia sekaligus memperluas ruang apresiasi masyarakat terhadap karya anak bangsa. (RD)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....