Thailand Segera Bangun Disneyland Pertama di Asia Tenggara

  • 05 Feb 2026 09:18 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Bangkok – Pemerintah Thailand tengah mempertimbangkan pengembangan taman hiburan Disneyland di wilayah Eastern Economic Corridor (EEC) sebagai upaya strategis mendongkrak sektor pariwisata dan infrastruktur. Berdasarkan laporan Bangkok Post, proyek yang berpotensi menjadi Disneyland pertama di Asia Tenggara ini diproyeksikan menjadi daya tarik utama bagi wisatawan dan menjadikan negara Gajah Putih ini sebagai rumah bagi Disneyland kelima di Asia

Selain itu, kehadiran taman hiburan ini diharapkan mampu mengoptimalkan keterisian penumpang pada jalur kereta cepat yang mengintegrasikan tiga bandara utama: Don Mueang, Suvarnabhumi, dan U-Tapao. Inisiatif ini sejalan dengan strategi pemerintah yang lebih luas untuk meningkatkan fasilitas pariwisata dan memperkuat konektivitas regional serta internasional.

Pada Rabu, 3 Februari 2026, Wakil Perdana Menteri dan Menteri Perhubungan Phiphat Ratchakitprakarn, yang mengawasi Koridor Ekonomi Timur, mengatakan Thailand memposisikan dirinya sebagai "opsi utama" untuk menjadi tuan rumah Disneyland pertama di Asia Tenggara, lapor Nation Thailand. Menurut Phiphat Ratchakitprakarn, Thailand memerlukan destinasi wisata internasional yang mampu menarik pengunjung secara konsisten tanpa tergantung musim.

Mengingat belum adanya Disneyland di Asia Tenggara, Phiphat optimistis bahwa Thailand memiliki momentum besar untuk mengisi celah pasar tersebut. Rencana ini dipandang sebagai langkah visioner untuk memposisikan Thailand sebagai pusat hiburan utama di wilayah ini.

Ini menunjukkan bahwa konsep "Disneyland Thailand" telah bergerak melampaui pembicaraan pemasaran dan sedang ditingkatkan ke tingkat diplomasi ekonomi, tambahnya. Konsep ini membayangkan "Entertainment & Lifestyle Hub" besar yang akan mengintegrasikan taman hiburan dengan aula konser dan stadion standar internasional yang dapat menampung lebih dari 80.000 penonton, memungkinkan Thailand menjadi tuan rumah acara global berskala besar sepanjang tahun.

Ratchakitprakarn mengatakan, proyek ini dapat menghasilkan lebih dari 100.000 pekerjaan, menarik sekitar 10 juta pengunjung tambahan setiap tahun, menghasilkan lebih dari 150 miliar baht (US$4,76 miliar) dalam pendapatan, dan berpotensi meningkatkan pertumbuhan PDB Thailand sekitar satu poin persentase setiap tahun.

Thailand tidak hanya bermimpi membangun Disneyland, tetapi juga sebuah pusat olahraga dan konferensi raksasa. Di atas lahan ratusan hektare, pemerintah berencana mendirikan stadion megah dan fasilitas Olimpiade untuk mendukung kegiatan internasional.

Namun, bagi Phiphat, kunci keberlanjutan ekonomi kawasan ini terletak pada taman hiburan. Ini merupakan  elemen yang dianggap mampu menjamin arus wisatawan setiap hari, bukan hanya saat ada pertandingan olahraga.

Menariknya, pemerintah menegaskan bahwa area ini akan tetap "bersih" dari perjudian demi menjaga citra ramah keluarga khas Disney. Pemerintah sangat berharap The Walt Disney Company mau berinvestasi langsung, meski opsi lisensi tetap tersedia di atas meja.

Dampak ekonominya pun tidak main-main, potensi pendapatan lebih dari 150 miliar baht per tahun dan terciptanya ratusan ribu lapangan kerja baru. Walau masih dalam tahap awal diskusi, proyek ini menjadi simbol ambisi jangka panjang Thailand untuk mendominasi pariwisata di Asia Tenggara. (AK)

 

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....