Indonesia Dominasi Popularitas Padel pada Tingkat Dunia

  • 01 Feb 2026 19:01 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Padel telah resmi menjadi tren olahraga terbaru yang paling digemari di Indonesia. Perpaduan unik tenis dan squash ini bermula dari Meksiko sebelum akhirnya viral di negara-negara Barat dan kini menguasai Asia Tenggara. 

Karena cara bermainnya yang jauh lebih sederhana dibanding tenis konvensional, tak heran jika padel langsung diterima hangat oleh masyarakat yang mendambakan gaya hidup sehat namun tetap seru. Saat ini ekosistem padel di Indonesia tumbuh pesat dengan infrastruktur lapangan yang merambah berbagai kota dan kemunculan klub-klub komunitas yang masif. 

Seriusnya perkembangan ini dibuktikan dengan berdirinya Pengurus Besar Padel Indonesia (PBPI) sebagai payung resmi bagi para atlet. Menariknya, data yang didapatkan dari Global Padel Report 2025 dari Playtomic dan PwC Strategy& menempatkan Indonesia sebagai jawara global dalam pertumbuhan popularitas. 

Hal ini tercermin dari lonjakan Gross Monetary Value (GMV) sepanjang 2023-2024 yang dipicu oleh kuatnya pengaruh media sosial dalam memviralkan olahraga ini. Siapa sangka Indonesia menjadi negara dengan pertumbuhan pasar padel paling agresif di dunia? 

Dengan kenaikan GMV mencapai 173%, nilai ekonomi dari olahraga ini meroket tajam antara tahun 2023 hingga 2024. Lonjakan ini terlihat nyata pada pendapatan per lapangan yang kini menyentuh angka Rp120 juta (€6.300) setiap bulannya, melonjak jauh dari angka Rp43 juta (€2.300) di tahun sebelumnya. 

Tingginya angka transaksi ini menjadi bukti valid betapa populernya padel di tengah masyarakat Indonesia saat ini. Di bawah dominasi Indonesia, Britania Raya (UK) menempati posisi kedua dengan lonjakan GMV sebesar 74%, di mana produktivitas per lapangannya melonjak dari €5.600 menjadi €9.700 per bulan. 

Jerman menyusul di peringkat ketiga dengan pertumbuhan 48% (rata-rata €4.000 per lapangan). Disusul Amerika Serikat yang mencatat kenaikan 40% dengan pendapatan bulanan €5.400. 

Sementara itu, Spanyol yang sudah memiliki pasar lebih matang, melengkapi urutan lima besar dengan kenaikan tipis 16%, mengantongi €1.200 per lapangan di tahun 2024. Meski baru 'mengenal' padel di tahun 2022, Indonesia secara mengejutkan mampu berlari kencang menyaingi Jerman dan Prancis yang sudah lebih dulu memulai tren ini sejak 2020. 

Transformasi ini berawal dari komunitas ekspatriat di Bali yang kemudian menyebarkan 'virus' padel hingga ke jantung ibu kota, Jakarta. Kini, apa yang bermula dari komunitas kecil warga asing telah berkembang menjadi fenomena olahraga nasional yang pertumbuhannya diakui dunia. (AK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....