YouTube Rajai Platform Video Favorit Masyarakat Indonesia 2025

  • 28 Des 2025 13:22 WIB
  •  Kupang

KBRN, Kupang: Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) baru saja mengungkap peta preferensi tontonan digital masyarakat melalui survei platform video 2025. Riset berskala nasional ini melibatkan 8.700 responden dari 38 provinsi, dengan rentang usia mulai dari 13 tahun.

Data yang dikumpulkan melalui wawancara tatap muka antara April hingga Juli 2025 ini memiliki tingkat akurasi tinggi dengan margin of error hanya sekitar 1,1%. Menariknya, karena menggunakan metode multiple answer, hasil survei ini menggambarkan keberagaman pilihan platform yang dinikmati oleh satu pengguna sekaligus.

YouTube masih memimpin pasar video digital Indonesia di tahun 2025 dengan preferensi responden sebesar 65,05%, mempertahankan tren stabil dari tahun 2024. Kontras dengan YouTube, platform seperti Vidio dan Netflix justru mencatat tren penurunan.

Vidio kini berada di level 14,44% (turun dari 17,1%), sementara Netflix terkoreksi menjadi 5,56% (dari 7,93%). Penurunan ini mencerminkan tingginya volatilitas dan kompetisi yang kian tajam di industri layanan video-on-demand di Indonesia.

Berbeda dengan beberapa kompetitornya, WeTV justru berhasil mencetak tren positif dengan pertumbuhan yang signifikan, melonjak dari 1,07% di tahun 2024 menjadi 2,19% pada 2025. Di papan bawah, persaingan masih cukup ketat meskipun penetrasinya masih di bawah angka 1%.

Viu harus menghadapi penyusutan basis pengguna ke angka 0,65% dari sebelumnya 1,26%, sementara Disney+ Hotstar menunjukkan resiliensi dengan kenaikan tipis menjadi 0,64%. Selain nama-nama besar tersebut, terdapat 0,77% responden yang beralih ke platform alternatif lainnya, serta 10,7% massa yang masih belum menentukan pilihan atau menjawab tidak tahu.

Data APJII 2025 menjadi potret jelas bahwa meskipun YouTube masih merajai layar perangkat kita, lanskap hiburan digital Indonesia tidaklah statis. Munculnya tren baru dan pilihan platform yang semakin bervariasi mencerminkan karakter pengguna internet kita yang dinamis.

Persaingan ke depan diprediksi akan semakin sengit. Bukan hanya soal siapa yang paling besar, melainkan siapa yang paling mampu menangkap denyut kebutuhan hiburan masyarakat di era digital yang serba cepat ini. (AK)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....