Strategi Pakaian Berlapis untuk Kenyamanan Saat Mendaki Gunung
- 30 Nov 2025 00:27 WIB
- Kupang
KBRN, Kupang: Salah satu tantangan terbesar saat berada di gunung adalah perubahan suhu yang cepat dan ekstrem, mulai dari cuaca cerah yang hangat hingga kabut dingin yang tiba-tiba. Kunci untuk menjaga kenyamanan termal dan mencegah hipotermia adalah menerapkan strategi pakaian berlapis atau layering.
Sistem ini memungkinkan Anda menyesuaikan pakaian sesuai kondisi cuaca dan intensitas aktivitas. Lapisan pertama adalah base layer atau lapisan dasar. Pakaian ini harus menempel pada kulit dan berfungsi untuk mengelola kelembapan.
Pilih bahan sintetis seperti poliester atau wol merino, yang dapat menyerap keringat dari tubuh dan mengeluarkannya. Hindari bahan katun, karena kapas akan menahan kelembapan dan menyebabkan tubuh menjadi dingin dengan cepat saat berhenti bergerak.
Lapisan kedua adalah mid layer atau lapisan isolasi. Fungsinya adalah menahan panas tubuh dan memberikan kehangatan. Bahan yang umum digunakan adalah fleece atau jaket bulu angsa ringan. Anda bisa menambah atau melepas lapisan ini tergantung seberapa aktif Anda bergerak dan seberapa dingin suhu udara.
Lapisan ini adalah penentu utama kenyamanan Anda.
Lapisan terluar adalah outer layer atau lapisan pelindung. Lapisan ini harus kedap air (waterproof) dan kedap angin (windproof).
Fungsinya adalah melindungi Anda dari elemen luar seperti hujan, salju, dan angin kencang. Pastikan jaket luar Anda memiliki fitur breathable agar uap air dari keringat dapat keluar, mencegah kelembapan terperangkap di dalam.
Selain tubuh, jangan lupakan ekstremitas. Gunakan topi untuk mengurangi kehilangan panas dari kepala, sarung tangan yang tahan air, dan kaus kaki tebal berbahan wol.
Dengan menguasai sistem layering ini, Anda dapat menjaga suhu tubuh tetap stabil, menghindari kedinginan yang berlebihan, dan memastikan pendakian Anda berjalan nyaman dan aman dari risiko hipotermia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....