Amigdala Otak Manusia Kendalikan Jenis Rasa Takut
- 03 Nov 2025 09:01 WIB
- Kupang
KBRN, Sumba : Rasa takut ternyata bukanlah pengalaman tunggal, melainkan memiliki jenis dan jalur berbeda di dalam otak manusia. Para ilmuwan menemukan bahwa amigdala—bagian kecil di dalam otak—memainkan peran penting dalam mengatur rasa takut terhadap ancaman eksternal seperti ular, ketinggian, atau orang asing, namun tidak selalu aktif dalam ketakutan yang muncul dari dalam tubuh, seperti rasa panik saat sesak napas.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Justin Feinstein dan timnya, pasien dengan kerusakan amigdala yang dikenal dengan inisial SM menjadi contoh unik dalam memahami sistem ketakutan manusia. “SM tidak merasakan takut terhadap hal-hal yang berbahaya, namun justru mengalami serangan panik hebat ketika menghirup karbon dioksida,” jelas Feinstein. Temuan itu menunjukkan bahwa otak manusia memiliki dua jalur rasa takut yang berbeda.
Dalam kondisi normal, amigdala bekerja layaknya pengatur orkestra yang mengkoordinasikan respon tubuh saat menghadapi ancaman dari luar. Amigdala mengirim sinyal ke hipotalamus dan kelenjar adrenal untuk melepaskan hormon adrenalin dan kortisol, yang membuat jantung berdebar dan tubuh siap melawan atau melarikan diri. Namun, jika ancaman datang dari dalam, seperti peningkatan kadar CO₂ dalam darah, batang otak mengambil alih fungsi tersebut.
Ironisnya, penelitian juga mengungkap bahwa amigdala justru berperan sebagai “rem” alami ketika tubuh bereaksi terhadap ancaman internal. Ketika bagian ini rusak, seperti pada kasus SM, reaksi ketakutan terhadap pemicu internal menjadi sangat berlebihan. “Temuan ini memperlihatkan bahwa amigdala tidak selalu memicu rasa takut, melainkan terkadang menahannya,” ujar Alexander Shackman, profesor psikologi dari University of Maryland.
Para ilmuwan kini menyimpulkan bahwa memahami dua jalur ketakutan ini dapat membantu pengembangan terapi bagi penderita gangguan kecemasan atau fobia. Riset lanjutan diharapkan mampu menjelaskan lebih jauh bagaimana otak membedakan rasa takut terhadap ancaman luar dan dalam, sehingga manusia dapat mengelola ketakutan dengan lebih sehat dan adaptif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....