Istilah ‘Lowkey’ Ungkapan Baru di Kalangan Anak Muda

  • 22 Okt 2025 09:15 WIB
  •  Kupang

KBRN, Kupang: Dalam percakapan sehari-hari, terutama di media sosial, istilah “lowkey” kini semakin sering terdengar di kalangan anak muda. Kata ini biasanya digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang dilakukan atau dirasakan secara diam-diam, tanpa ingin terlalu menonjol. Misalnya, seseorang bisa berkata, “Aku lowkey suka dia,” yang berarti ia menyukai seseorang tapi tidak ingin orang lain tahu secara terang-terangan.

Asal-usul istilah lowkey sendiri berasal dari bahasa Inggris informal yang awalnya dipakai di Amerika Serikat. Secara harfiah, low key berarti “rendah nada” atau “tidak mencolok”. Dalam konteks budaya populer, istilah ini kemudian berkembang menjadi ekspresi perasaan atau sikap yang dilakukan secara tenang, rahasia, atau tidak berlebihan.

Bagi generasi muda, penggunaan lowkey tidak hanya sekadar mengikuti tren bahasa, tetapi juga mencerminkan karakter sosial mereka yang cenderung lebih hati-hati dan realistis dalam mengekspresikan diri. Banyak yang merasa lebih nyaman menyampaikan sesuatu dengan nada lowkey agar tidak dianggap berlebihan atau terlalu terbuka di ruang publik digital.

Di media sosial seperti TikTok, X (Twitter), dan Instagram, istilah lowkey sering disandingkan dengan kata kebalikannya, yaitu highkey, yang berarti terang-terangan atau penuh semangat. Contohnya, “Aku highkey excited buat konser besok,” yang artinya seseorang benar-benar tidak bisa menyembunyikan rasa antusiasnya.

Fenomena penggunaan kata lowkey menunjukkan bagaimana bahasa terus berkembang mengikuti dinamika budaya muda. Bahasa gaul seperti ini tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai bentuk identitas dan ekspresi diri di era digital. Dalam hal ini, lowkey menjadi simbol gaya hidup yang santai, tidak mencolok, tapi tetap autentik—sesuatu yang sangat dihargai oleh anak muda masa kini. (ADM)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....