Ryu Hasan: Cinta Melemahkan Fungsi Otak
- 01 Jun 2025 00:12 WIB
- Kupang
KBRN, Rote: Jatuh cinta melibatkan proses biologis kompleks yang dapat melemahkan fungsi rasional otak manusia. Hal ini dijelaskan dr. Ryu Hasan dalam video terbaru di kanal YouTube Malaka, Sabtu (31/5/2025).
dr. Ryu Hasan memiliki nama lengkap dr. Roslan Yusni Al Imam Hasan, Sp.BS. Beliau adalah dokter spesialis bedah saraf yang kini memimpin Neuro Center di Mayapada Hospital Jakarta. Ia menyebut cinta sebagai strategi evolusi yang membuat otak menurunkan fungsi logis agar manusia tetap mau bereproduksi.
Penjelasan itu ia sampaikan dalam tayangan bertema "Otak Jatuh Cinta". “Cinta adalah cara otak membajak logika agar manusia mau punya keturunan,” jelasnya.
Menurutnya, proses jatuh cinta dimulai dari lonjakan hormon testosteron. Ini terjadi ketika seseorang bertemu individu yang cocok dengan daftar genetik bawah sadar.
Jika ada respons timbal balik, otak memproduksi dopamin secara intens. Gabungan testosteron dan dopamin inilah yang memicu kondisi tidak rasional.
“Bayangkan, seseorang rela bersepeda belasan kilometer malam-malam. Ia hanya ingin melihat genteng rumah orang yang dicintai,” ujarnya.
Setelah itu, otak akan memproduksi hormon oksitosin. Hormon ini menimbulkan rasa percaya dan rindu mendalam, bahkan berlebihan.
Perasaan cinta, kata Ryu, juga memicu peningkatan estrogen pada laki-laki. Inilah yang membuat pria jadi sangat perhatian saat sedang jatuh cinta.
Dalam durasi enam hingga delapan bulan, ketiga hormon itu testosteron, dopamin, dan oksitosin akan menurun. Setelahnya, hubungan berubah menjadi ketergantungan emosional.
Ia menyebut cinta yang kandas dapat menimbulkan rasa sakit fisik maupun emosional. Untuk meredakannya, ia menyarankan konsumsi paracetamol 500 mg, meski obat itu hanya meredakan nyeri sesaat dan bukan solusi utama.
“Jadi kalau sedang jatuh cinta, ya dinikmati saja. Kalau sakit, ya siapkan saja paracetamol,” tutup Ryu Hasan dalam tayangan tersebut. (NLL)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....