Dr. Resti, Mengabdi lewat Akupuntur Medik dan Sentuhan Kemanusiaan

  • 20 Sep 2026 07:29 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Menjadi seorang tenaga kesehatan bukan sebatas urusan memberikan resep obat atau menjalankan prosedur medis teknis. Lebih jauh dari itu, pelayanan kesehatan adalah bentuk pengabdian, kepedulian, dan kehadiran secara utuh untuk mendampingi proses pemulihan pasien.

Prinsip kemanusiaan inilah yang dipegang teguh oleh dr. Resti Victoria Fanggidae, Sp.Ak, dokter spesialis akupuntur medik pertama dan satu-satunya di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Lewat keahliannya di RS Ben Mboi Kupang, putri daerah asli Kupang ini mendedikasikan ilmunya untuk membantu pasien-pasien berpenyakit kronis yang kerap mengalami kejenuhan akibat ketergantungan konsumsi obat jangka panjang.

"Pengabdian seorang tenaga kesehatan itu tidak hanya memberi obat saat pasien mengeluh sakit. Pengabdian adalah ketika kita mau meluangkan waktu untuk mendengar cerita pasien, memahami penyebab sakitnya, serta memberi edukasi agar mereka punya semangat berjuang menghadapi penyakitnya," ujar dr. Resti saat menjadi narasumber dialog RRI Kupang bertema Berbagi Manfaat, Menebar Kebaikan Melalui Pelayanan Akupuntur Medik, Jumat 18 September 2026.

Dokter Resti juga membagikan pengalaman emosional yang paling berkesan selama melayani masyarakat NTT. Bagi dirinya, kebahagiaan tertinggi seorang dokter terletak pada proses pemulihan pasien yang terjadi secara bertahap tanpa perlu membebani organ tubuh dengan banyak obat-obatan kimia.

"Di akupuntur medik, kami melatih tubuh pasien untuk menyembuhkan dirinya sendiri. Saat melihat pasien stroke yang awalnya datang menggunakan kursi roda, lalu bertahap bisa pakai tongkat, hingga akhirnya bisa berjalan kembali melangkah sendiri, di situ ada kepuasan dan kebahagiaan luar biasa yang tidak bisa dinilai dengan uang," tuturnya.

Terapi akupuntur membutuhkan proses berkelanjutan atau biasanyadua hingga tiga kali seminggu dalam satu seri terapi, sehingga dr. Resti juga menekankan pentingnya membangun hubungan saling percaya dan komunikasi yang hangat dengan pasien. Ia selalu memberikan "PR" berupa edukasi acupressure atau pemijatan mandiri pada titik tubuh tertentu serta pendampingan perubahan pola hidup sehat di rumah.

"Di akupuntur, edukasi itu hal paling mendasar. Kami mengajarkan acupressure mandiri di rumah dan memotivasi perubahan pola hidup. Ketika pasien patuh dan pulih tanpa bergantung pada banyak obat, di situ letak kebahagiaan kami sebagai dokter," ucapnya.

Di tengah berbagai keterbatasan fasilitas maupun tantangan sistem kesehatan di daerah, dr. Resti mengajak rekan-rekan sejawatnya untuk tetap melayani dengan hati. Menurutnya, masyarakat tidak hanya membutuhkan tenaga kesehatan yang kompeten secara medis, tetapi juga butuh pelayanan yang diberikan dengan hati, empati, dan rasa kemanusiaan.

"Tantangan pekerjaan pasti ada dan bisa membuat kita lelah. Namun, mari kita terus belajar untuk peduli, mau mendengar, dan mengedukasi. Sebab pada akhirnya, masyarakat tidak hanya membutuhkan tenaga medis yang pintar dan kompeten, tetapi juga merindukan pelayanan kesehatan yang diberikan dengan empati, ketulusan, dan rasa kemanusiaan," tutur dr. Resti.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....