Kisah Teknisi PLN: Panen Isolator di Tower 86 Kupang Demi Listrik 70 kV Tetap Andal
- 28 Jun 2026 16:34 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Saat warga Kupang menikmati makan malam bersama keluarga atau anak belajar di malam hari, ada yang bertaruh nyawa puluhan meter di atas tanah. Mereka adalah teknisi PLN ULTG Kupang, "petarung langit" yang menjaga terang Pulau Timor tetap menyala.
Pada Selasa, 23 Juni 2026 pukul 07.00 Wita, tim sudah bersiap di kaki Tower 86 jalur transmisi 70 kV Maulafa–Naibonat #1. Misi hari itu: mengganti isolator retak pada Fasa R yang terdeteksi inspeksi rutin.
Bagi awam, satu isolator retak terdengar sepele. Di dunia kelistrikan, retakan sekecil apa pun adalah bom waktu. Jika dibiarkan, bisa memicu gangguan besar yang memadamkan listrik ribuan warga, melumpuhkan ekonomi, hingga mengganggu rumah sakit di Pulau Timor.
Sebelum panjat, suasana khidmat. Briefing K3 dilakukan ketat karena di atas sana, kesalahan sekecil apa pun taruhannya nyawa. Jalur listrik dibebaskan, voltage detector dipasang, grounding lokal dikunci. Setelah semua pengaman siap, para teknisi mulai memanjat.
Manager ULTG Kupang Patricko Valentino Radjah memandang timnya dari bawah. "Masyarakat hanya tahu listrik harus selalu menyala. Di balik sakelar yang ditekan, ada keringat dan keberanian rekan di lapangan. Kami tidak menunggu lampu padam baru bergerak. Kami jemput potensi gangguan agar kenyamanan warga tidak terusik," kata Patricko.
Komitmen itu diapresiasi General Manager PLN UIW NTT F. Eko Sulistyono. "Apresiasi tertinggi untuk tim yang bekerja profesional, disiplin, tanpa kompromi soal keselamatan. Pemeliharaan preventif seperti ini kunci keandalan pasokan energi. Listrik andal bukan sekadar tugas operasional, tapi komitmen menyinari dan membawa harapan baru bagi NTT," tegas Eko.
Bagi Lazarus Yordan Pickel Mendi, personel yang langsung mengeksekusi di puncak tower, pekerjaan ini bukan sekadar nafkah. "Ada tanggung jawab besar setiap kaki melangkah naik. Saya bayangkan rumah warga, rumah sakit yang butuh listrik tanpa putus, pelaku UMKM di Kupang. Kami pastikan detail sempurna, karena harapan warga agar Kupang tetap terang ada di pundak kami," ujar Lazarus sambil menyeka keringat.
Pukul 11.30 Wita, pekerjaan selesai. Sistem dinormalkan bertahap. Lewat aksi senyap di Tower 86, PLN UPT Kupang dan PLN UIW NTT kembali membuktikan: menjaga Pulau Timor benderang, bukan hanya dengan daya, tapi dengan hati dan dedikasi utuh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....