Lampu Padam Jadi Ujian RSU Undana sebelum Lolos Kredensial
- 03 Jun 2026 10:11 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang – Di balik resmi diterimanya peserta BPJS Kesehatan di Rumah Sakit Umum (RSU) Universitas Nusa Cendana (Undana), tersimpan kisah panjang yang tidak banyak diketahui publik. Perjalanan menuju kerja sama tersebut ternyata diwarnai kegagalan, kekecewaan, hingga perjuangan memperbaiki berbagai fasilitas demi memenuhi standar pelayanan kesehatan yang ditetapkan.
Direktur RSU Undana, dr. Efrisca M.Br. Damanik, Sp.PA., M.Biomed, M.M mengungkapkan bahwa proses kredensial yang menjadi syarat kerja sama dengan BPJS Kesehatan tidak langsung berjalan mulus. Rumah sakit bahkan harus melalui beberapa kali penilaian sebelum akhirnya dinyatakan layak melayani peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Salah satu momen yang paling membekas terjadi ketika tim kredensial melakukan peninjauan lapangan. Saat proses penilaian berlangsung, hujan deras mengguyur Kota Kupang dan menguji kesiapan fasilitas rumah sakit yang saat itu masih dalam tahap pengembangan.
"Ketika tim kredensial datang, hujan turun sangat deras. Saat itu kami belum memiliki genset. Listrik padam dan ada bagian bangunan yang mengalami kebocoran. Tim akhirnya menghentikan proses penilaian," ujar dr. Frisca.
Situasi tersebut menjadi pukulan berat bagi seluruh tim rumah sakit. Harapan untuk segera memperoleh kerja sama harus tertunda karena sejumlah persyaratan teknis belum terpenuhi secara maksimal.
Namun, kegagalan itu tidak membuat manajemen menyerah. Sebaliknya, pengalaman tersebut menjadi pemicu bagi pihak universitas dan rumah sakit untuk melakukan pembenahan besar-besaran demi meningkatkan kualitas layanan kesehatan.
Berbagai langkah perbaikan dilakukan, mulai dari renovasi fasilitas yang mengalami kerusakan, peningkatan sarana penunjang medis, hingga pengadaan genset sebagai sumber listrik cadangan. Seluruh upaya tersebut dilakukan untuk memastikan pelayanan kepada pasien dapat berlangsung aman dan nyaman dalam berbagai kondisi.
"Perjuangan kami cukup panjang. Kami terus melengkapi apa yang menjadi catatan tim kredensial karena tujuan kami adalah menghadirkan layanan kesehatan terbaik bagi masyarakat," ujarnya.
Kerja keras tersebut akhirnya membuahkan hasil. Setelah melalui proses evaluasi dan perbaikan berkelanjutan, RSU Undana berhasil memenuhi standar yang dipersyaratkan dan memperoleh persetujuan untuk bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
Keberhasilan itu bukan hanya menjadi pencapaian institusi, tetapi juga membuka akses layanan kesehatan yang lebih luas bagi masyarakat. Warga kini dapat memanfaatkan fasilitas RSU Undana melalui skema Jaminan Kesehatan Nasional dengan dukungan layanan spesialis dan fasilitas medis yang terus berkembang.
Bagi dr. Frisca dan seluruh jajaran rumah sakit, kisah lampu padam dan hujan deras yang pernah menghentikan proses kredensial kini menjadi pengingat penting bahwa setiap kemajuan membutuhkan ketekunan dan komitmen. Dari pengalaman tersebut, RSU Undana belajar bahwa pelayanan kesehatan yang berkualitas dibangun bukan hanya dengan gedung dan peralatan, tetapi juga melalui semangat untuk terus berbenah demi kepentingan masyarakat.
Kini, perjalanan yang pernah dipenuhi tantangan itu telah berubah menjadi motivasi untuk menjaga kepercayaan publik. RSU Undana berkomitmen menghadirkan pelayanan kesehatan yang profesional, humanis, dan mudah diakses, sehingga keberadaannya benar-benar menjadi harapan baru bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur. (DB)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....