Ancaman Parang Tak Surutkan Semangat Melayani Penumpang
- 31 Mei 2026 05:28 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Bekerja sebagai petugas pelabuhan tidak selalu identik dengan pekerjaan administratif. Bagi Muamar Pua Janiah, petugas loket ASDP Bolok, profesi tersebut juga penuh risiko dan tantangan di lapangan.
Salah satu pengalaman yang paling membekas terjadi saat dirinya masih bertugas di Kabupaten Alor pada tahun 2018. Ketika itu, seorang pria yang diduga mabuk datang ke loket dan meminta uang hasil penjualan tiket.
Muamar menolak permintaan tersebut karena uang yang ada merupakan pendapatan perusahaan. Penolakan itu justru memicu kemarahan hingga pelaku mengancamnya menggunakan parang.
“Sempat ancam saya, mau tikam saya dengan parang. Untung ada rekan kerja yang kasih tahu kalau dia bawa parang,” ujarnya, Rabu, 20 Mei 2026.
Beruntung situasi berhasil dikendalikan setelah aparat keamanan datang dan memediasi kedua pihak. Sejak saat itu, Muamar semakin memahami pentingnya kesabaran dalam menghadapi berbagai karakter pengguna jasa.
Ketua porter Pelabuhan Bolok, Christopher Neno, mengaku situasi menegangkan memang kadang terjadi di lingkungan pelabuhan. Namun menurutnya, komunikasi yang baik menjadi kunci utama untuk menyelesaikan masalah.
“Kalau ada persoalan, biasanya diselesaikan baik-baik. Kita semua cari jalan supaya tetap aman dan lancar,” ujarnya.
Meski pernah mengalami ancaman, Muamar memilih tetap bertahan dan melayani masyarakat. Baginya, pekerjaan tersebut menjadi sumber penghidupan sekaligus bentuk pengabdian kepada pengguna jasa transportasi laut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....