Porter Senior Pelabuhan Bolok Menjaga Tradisi Kerja
- 31 Mei 2026 05:26 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Sudah hampir 37 tahun Christopher Neno bekerja sebagai porter di Pelabuhan ASDP Bolok. Pria asal Bolok itu memulai pekerjaannya sejak tahun 1989 setelah dipercaya oleh kepala desa setempat.
Pada masa awal bekerja, Christopher harus memikul langsung karung dan barang bawaan penumpang dari kapal menuju terminal pelabuhan. Kini pekerjaan menjadi lebih ringan karena dibantu gerobak dan kendaraan pengangkut.
Meski demikian, ia mengaku penghasilan porter tidak selalu stabil. Pendapatan yang diperoleh bergantung pada jumlah kapal dan barang yang diangkut setiap hari.
“Dulu kami pikul karung dari kapal sampai ke terminal. Sekarang agak ringan, tetapi hasilnya juga semakin berkurang,” ujarnya.
| Baca juga: Dari Penjual Ikan Menjadi Petugas Loket ASDP |
Menurut Christopher, salah satu tantangan yang dihadapi porter saat ini adalah berkurangnya volume barang yang biasa mereka angkut. Kehadiran jasa ekspedisi membuat sebagian pekerjaan porter beralih ke layanan lain.
Di sisi lain, petugas ASDP, Muamar Pua Janiah mengapresiasi peran porter yang membantu kelancaran aktivitas penumpang di pelabuhan. Menurutnya, porter menjadi bagian penting dalam pelayanan transportasi laut.
“Orang-orang yang bekerja di pelabuhan, termasuk porter, ikut membantu kelancaran pelayanan kepada masyarakat,” tuturnya.
Christopher pun berharap pemerintah dapat memperhatikan kondisi para porter yang menggantungkan hidup dari pekerjaan tersebut. Ia juga berharap generasi muda tetap memiliki semangat untuk bekerja dan mencari nafkah secara jujur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....