Dua Dekade Mama Meri Bertahan Berjualan di Pelabuhan

  • 31 Mei 2026 05:22 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Mama Meri sudah lebih dari 20 tahun berjualan di kawasan Pelabuhan ASDP Bolok. Dari hasil berjualan kopi, roti, dan makanan ringan, ia membiayai kebutuhan keluarga dan pendidikan anak-anaknya.

Setiap hari, perempuan yang akrab disapa Mama Meri itu mulai berjualan sejak pukul lima pagi hingga sore hari. Namun penghasilannya sangat bergantung pada aktivitas kapal yang masuk dan keluar pelabuhan.

Jika kapal ramai, pendapatannya bisa mencapai ratusan ribu rupiah dalam sehari. Sebaliknya, saat kapal sepi, hasil yang diperoleh hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga.

“Saya kerja di sini karena biaya anak sekolah, biaya hidup, buat rumah. Kalau kapal banyak paling dapat 300 sampai 400 ribu, kalau kapal tidak ada ya pas-pasan saja,” ujarnya, Rabu, 20 Mei 2026.

Di sisi lain, petugas loket ASDP Bolok, Muamar Pua Janiah, melihat keberadaan pedagang kecil seperti Mama Meri menjadi bagian penting dari aktivitas pelabuhan. Menurutnya, pelabuhan tidak hanya menjadi tempat transportasi, tetapi juga ruang mencari nafkah bagi banyak warga.

“Pelabuhan ini bukan hanya tempat kapal beroperasi, tetapi juga tempat banyak keluarga menggantungkan hidupnya,” katanya.

Meski harga kebutuhan terus meningkat, Mama Meri tetap berharap usahanya bisa terus berjalan dan berkembang. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pihak ASDP yang telah memberikan ruang baginya untuk berjualan selama bertahun-tahun.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....