Ramadhan Penuh Cinta: Lari, Hujan, dan Pelukan Ayah
- 19 Feb 2026 07:31 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Hujan turun sejak pagi, membasahi lintasan dan menyisakan ragu di hati sebagian peserta. Namun di tengah cuaca yang tak bersahabat itu, semangat justru tumbuh lebih kuat. Ramadhan bukan sekadar bulan menahan lapar dan dahaga, ia adalah tentang cinta, keteguhan, dan niat yang tak mudah goyah.
Di antara ratusan peserta Fun Run Ramadhan, satu sosok mencuri perhatian. Ia berlari sambil menggendong anak kecilnya.
“Sempat ragu di awal karena hujan dan saya membawa anak kecil. Tapi justru itu jadi motivasi tersendiri,” ujar dengan senyum.
Ihsan Sanggar Rahman, asal Lasiana, Kota Kupang, baginya, cuaca panas ataupun hujan bukan penghalang. Ia sudah terbiasa, bahkan, menggendong anak sambil jogging menghadirkan sensasi luar biasa, bukan hanya soal fisik, tapi juga ikatan batin.
“Kayaknya dari sekian banyak peserta, cuma saya sendiri yang membawa anak kecil. Saya ingin mengenalkan dia pada dunia lari sejak dini. Kebetulan dia juga punya napas yang lumayan bagus,” tuturnya bangga.
Baginya, olahraga bukan sekadar aktivitas, tapi warisan. Sebuah kebiasaan baik yang ingin ia tanamkan sejak dini. Ramadhan menjadi momentum untuk mempersiapkan fisik agar ibadah semakin optimal.
“Ramadhan itu ajang mendekatkan diri kepada Sang Khalik, Allah SWT. Kalau tubuh sehat, imun terjaga, ibadah pun lebih maksimal” katanya menambahkan.
Menariknya lagi, Ihsan tampil dengan kostum bertema Ramadhan yang cukup mencolok. Ia mengaku baru mengetahui tema tersebut saat registrasi ulang di kantor Dompet Dhuafa. Spontan, ia memilih mengenakan kostum lengkap layaknya hendak berangkat salat tarawih.
“Supaya sekalian terasa nuansa Ramadhannya,” ujarnya ringan.
Tak kalah semangat, Zainuddin Abdullah, guru MTS Plus Nurul Iman Kupang, juga membagikan pandangannya. Baginya, event ini bukan sekadar lari bersama.
“Tujuan kegiatan ini untuk memberikan motivasi menyambut bulan suci Ramadhan dengan energi dan jasmani yang kuat. Jadi saat puasa tiba, kita sudah siap secara fisik untuk beribadah,” katanya.
Meski cuaca kurang bersahabat, ia tetap menilai kegiatan ini luar biasa.
“Memang hujan membuat suasana kurang meriah, tapi semangatnya tetap terasa. Harapannya, event seperti ini bisa terus diadakan setiap tahun dan semakin meriah,” ujarnya.
Fun Run Ramadhan ini membuktikan bahwa persiapan menuju bulan suci tak hanya dilakukan dengan hati, tetapi juga dengan menjaga tubuh. Lari di bawah rintik hujan, menggendong anak penuh cinta, mengenakan kostum bernuansa ibadah, semuanya menyatu dalam satu pesan:
‘Ramadhan bukan hanya tentang menahan diri, tapi juga tentang menguatkan diri’.
Dan pagi itu di Kupang, cinta seorang ayah dan semangat para pelari menjadi bukti bahwa Ramadhan selalu datang dengan harapan baru.